Rabu , Desember 12 2018
Home / Gema Sriwijaya / Tambang Batubara PT BP Lahat Didemo Warga

Tambang Batubara PT BP Lahat Didemo Warga

Warga saat menggelar aksi unjuk rasa di tambang Batubara PT BP Kabupaten Lahat, Rabu pagi (10 /10/2018). (foto-robby/koransn.com)

Lahat, KoranSN

Tambang Batubara PT Banjarsari Pribumi (BP) di Kabupaten Lahat, Rabu pagi (10 /10/2018) didemo oleh masyarakat Desa Muara Lawai. Unjuk rasa yang digelar massa di lokasi IUP PT BP ini terkait masalah sengketa batas tanah. Untuk mengantisipasi kericuhan Polsek Merapi Barat yang langsung dipimpin Kapolsek AKP Herli Setiawan SH MH turun melakukan pengamanan.

Pantauan Koran SN, sebelum melakukan unjuk rasa awalnya massa berkumpul di salah satu rumah makan yang berada di Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur. Aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh Ketua BPAN-AI (Badan Penelitian Aset Negara – Aliansi Indonesia), Ust. M Kanda Budi Setiawan S.PdI SH.

Selanjutnya, pukul 09.30 WIB rombongan massa bergerak menuju lokasi Pos Security PT BP. Setiba di lokasi, massa langsung memasang plang merk larangan kepada PT BP untuk melakukan aktivitas penambangan.

“Ini merupakan tanah Ulayat Desa Muara Lawai yang bersengketa batas dengan Desa Banjarsari yang berlokasi diantara Rimbe Medang,” ujar massa sambil bicara serentak.

Baca Juga :   Ada Rumah Aspirasi Rakyat di Muara Enim

Tidak hanya melakukan pemasangan plang merk larangan, massa juga berorasi menyampaikan tuntutan dan penyataan sikap kepada pihak perusahaan.

Adapun tuntutan massa aksi diantaranya;

(1.) Meminta PT BP menghentikan aktivitas penambangan di lahan yang merupakan lahan Ulayat Desa Muara Lawai seluas 75 hektar, karena belum ada proses ganti rugi.

(2.) Mendesak Bupati Lahat untuk memediasi penyelesaian ganti rugi lahan masyarakat Desa Muara Lawai.

(3.) Jika dalam batas waktu 7 hari tidak ada realisasi atas tuntutan, maka masyarakat akan menduduki lokasi dan menutup paksa operasional tambang.

Aksi unjuk rasa ini tidak berlangsung lama, setalah melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Selain itu, pihak perusahaanpun melakukan pendekatan secara komunikatif dengan warga yang melakukan unjuk rasa hingga massa akhirnya membubarkan diri.

Kapolsek Merapi Barat, AKP Herli Setiawan SH MH mengatakan, aksi unjuk rasa Aliansi Indonesia bersama masyarakat Muara Lawai ini bertujuan untuk mendorong Pemda Lahat agar segera menyelesaikan permasalahan sengketa batas wilayah antara Desa Muara Lawai dan Desa Banjasari yang masuk dalam IUP PT BP.

Baca Juga :   Besemah Ekspo Dibuka 31 Mei

“Kami melakukan pengamanan dalam kegiatan aksi unjuk rasa tersebut, tentunya agar semuanya aman dan kondusif, kami juga melakukan kordinasi kepada Aliansi Indonesia, Kades Muara Lawai, Kades Banjarsari serta pihak Pemerintah Kecamatan Merapi Timur agar semuanya aman terkendali. Tidak ada kendala dalam unjuk rasa tersebut, semua berjalan aman dan PT BP juga masih beroperasi secara normal,” kata Kapolsek.

Sementara Manger CDGR PT BP, Emil melalui staffnya Topan saat dikonfirmasi mengatakan, permasalahan mengenai tapal batas wilayah dan tanah Ulayat bukan merupakan wewenang atau kapasitas dari perusahaan untuk mengambil keputusan.

“Untuk itu perusahaan akan meneruskan permasalahan ini kepada Pemerintah Kabupaten Lahat,” tulisnya singat melalui pesan Whatsapp. (rob)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Banyuasin Raih Bhumandala Ariti Tingkat Nasional

Banyuasin, KoranSN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin kembali mendapat penghargaan bergengsi tingkat nasional. Kali ini, Banyuasin ...

error: Content is protected !!