Rabu , Januari 23 2019
Home / Nasional / Tanggap Darurat Bencana Sulteng Hingga 26 Oktober 2018

Tanggap Darurat Bencana Sulteng Hingga 26 Oktober 2018

Petugas gabungan menemukan jenasah korban gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Pemerintah terus berupaya melakukan penanganan darurat dampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Hal itu sebagai percepatan pemulihan dampak bencana, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan untuk masa tanggap darurat bencana masih terus diberlakukan sampai dengan 26 Oktober 2018.

“Masa tanggap darurat bencana masih diberlakukan hingga 26 Oktober 2018,” kata Sutopo, melalui keterangan pers secara tertulis, Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Baca Juga :   BMKG: Masih Banyak Gelombang Tinggi, Warga Sebaiknya Tak di Pantai

Sutopo menjelaskan upaya lain dengan pemulihan pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat terus diintensifkan pemerintah.

Dia menambahkan, beberapa fasilitas publik, seperti listrik dan jaringan komunikasi sebagian besar sudah kembali pulih seperti semula. Ia juga menyampaikan sejauh ini memang masih ada sejumlah daerah yang aliran listriknya belum berfungsi secara maksimal. Namun hal itu masih terus diperbaiki.

“Di daerah terdampak bencana. Pemulihan BTS untuk komunikasi di Sulawesi Tengah dari total 3.519 BTS, mencapai 96,1 persen. Jaringan Telkomsel telah pulih 100 persen. Begitu juga dengan pasokan listrik,” jelas Sutopo.

Baca Juga :   Timses Bantah Jokowi-Ma'ruf Takut Paparkan Visi-Misi

Kemudian, ia merincikan beberapa daerah yang parah terkena gempa seperti Donggala, Sindue menjadi perhatian dalam perbaikan pelayanan listrik.

“Beberapa daerah memang aliran listrik belum berfungsi, di Kabupaten Donggala. Seperti di sebagian Kecamatan Sindue, Balaesang Tanjung dan Sirenja sehingga perlu dioperasikan genset dan pemasangan instalasi listrik di lokasi pengungsi,” ujarnya. (vivanews)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BMKG: Teknologi akan Selalu Kalah dengan Alam

Jakarta, KoranSN Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati, mengatakan 90 persen tsunami disebabkan ...