Target Cetak 500 Hektare Sawah Terkendala Cuaca

Salahsatu warga menunjukkan lahan sawah baru yang siap ditanami. (foto/Anasrul)
Salahsatu warga menunjukkan lahan sawah baru yang siap ditanami. (foto/Anasrul)

PALI, KoranSN

Pencetakan lahan sawah baru seluas 2300 hektar yang ada di dua desa dalam dua kecamatan di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni di Desa Pengabuan Kecamatan Abab dan Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara yang seharusnya pada bulan ini ditargetkan sudah mencapai 500 hektar ternyata hanya mampu mencetak sekitar 150 hektar saja.

Kenyataan ini dikarenakan faktor cuaca yang kurang mendukung, akibat intensitas hujan pada bulan Maret, April dan memasuki bulan Mei ini masih tinggi dan merendam lahan yang akan dibuka sehingga alat berat tidak bisa mengerjakannya.

Hal itu dikatakan langsung Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten PALI Torus Simbolon, Rabu (18/5/2016).

“Kita tidak bisa melawan alam, memang kita berencana dan menargetkan bulan ini (Mei) sudah bisa mencetak sekitar 500 hektar dan sudah ada yang mulai nanam. Namun, berhubung kondisi di lapangan lahan yang akan dibuka banjir jadi masalah itulah yang menghambat pekerjaan kita,” kata Torus.

Baca Juga :   Di Tengah Maraknya Wabah Corona, Dapil VI DPRD Sumsel Tetap Reses ke Kabupaten PALI

Kendati demikian, ia tetap yakin sesuai rencana pada akhir bulan November, seluruh pekerjaan pencetakan sawah baru akan rampung.

“Sekarang ini memang hujan masih ada namun sudah jarang, dengan alat berat sekarang berjumlah 10 unit, saya optimis, target yang direncanakan selesai pada November nanti. Lahan sawah baru yang sudah selesai, di bulan ini kita usahakan akan dibagikan kepada masyarakat untuk ditanami. Namun siapa yang dapat bagian dulu, nanti kepala desa yang akan mendatanya,” bebernya.

Terpisah, Usman (40) salahsatu warga Desa Pengabuan mengaku sudah tidak sabar untuk menggarap lahan sawah baru.

Baca Juga :   Instansi yang Tak Punya Arsip Bakal Terkena Sanksi Hukum

“Selama ini aku bekerja di lahan sawit PT GBS, namun aku akan tinggalkan pekerjaan itu apabila oleh pemerintah diberikan lahan sawah. Karena aku sudah capek ngabdi di perusahaan dan juga jadi petani padi cukup menjanjikan untuk mengangkat perekonomian keluarga. Aku minta, sawah yang sudah jadi untuk bisa secepatnya diserahkan kepada warga agar cepat nanam, cepat juga panenya supaya kami bisa merasakan manfaat program pemerintah,” harapnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Kapolres OKU Timur dan 35 Anggota Dianugerahi Penghargaan Oleh Kapolda

OKUT, KoranSN Di tengah kesibukannya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.