Tempat Prostitusi di Banyuasin Disegel

Ilustrasi. (foto-net)

Banyuasin, KoranSN

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Banyuasin menggerebek salah satu Rumah Toko (Ruko) di Desa Pulau Punjung Kecamatan Sembawa, Kamis (13/02) pukul 14.00 WIB. Pasalnya, Ruko ini merupakan tempat prostitusi berkedok warung kopi yang menyediakan ‘kupu-kupu malam’.

Dari hasil penggrebekan, Tim Penegak Perda itu mengamankan tiga wanita pekerja seks komersial. Selain itu pemilik warung dan beberapa barang bukti diamankan petugas. Bukan hanya itu, petugas Sat Pol PP pun langsung menyegel warung kopi tersebut.

Kasat Pol PP Banyuasin, Drs H Indra Hadi MSi melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman, H Supadi SPd MSi mengatakan, penggerebekan dilakukan lantaran ada informasi dari masyarakat yang resah maraknya praktek prostitusi di wilayah tersebut.

“Dari laporan itu kita melakukan razia dan beberapa kali bocor. Terakhir kita melakukan pengintaian, ternyata benar lalu kita gerbek ada beberapa pasangan yang melakukan hubungan terlarang,” ujar Supadi.

Baca Juga :   Kehormatan Bunga Dirampas di TPU Sukabangun

Kata dia, saat ini pihaknya dengan tegas melakukan penutupan usaha warung kopi tersebut.

“Kita tutup, sebab pertama sudah kita ingatkan sudah buat pernyataan pemilik warung agar tidak melakukan perbuatan prostitusi, tapi kita buktikan masih melakukan,” kata dia.

Menurutnya, pihaknya sudah dua kali menutup tempat prostitusi di kawasan Sembawa, dimana yang pertama kali dilakukan pada bulan November 2019 lalu.

“Terakhir Ruko di Desa Pulau Punjung perbatasan Pulau dengan Langkan ini,” jelas dia.

Untuk ketiga wanita yang diamankan lanjutnya, didata dan diberikan pembinaan. Sementara pemilik warung kopi tersebut dikenakan sanksi Perda kurungan maksimal 3 bulan dan denda maksimal 5 juta. Selain itu kepada para wanita yang diamankan dari lokasi juga dilakukan tes darah untuk mengetahui, apakah mereka ada yang terindikasi penyakit HIV atau penyalahgunaan Narkoba.

Baca Juga :   Begal Motor Dibekuk Polres Empat Lawang

“Kalau ada indikasi penggunaan Narkoba maka akan dilakukan proses hukum di Polres Banyuasin,” tegas dia.

Sementara salah satu wanita yang diamankan berinisial ‘A’ (30) mengaku, jika dirinya mendapat bayaran Rp 150.000 untuk sekali kencan.

“Rp 100.000 untuk aku, Rp 50.000 untuk bayar kamar yang disediakan bos,” pungkas dia. (sir)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Dua Tersangka Kasus Suap di PTDI

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan dua tersangka kasus suap kegiatan penjualan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.