Tenaga Medis Covid 19 Dapat Insentif

Suasana rapat Komisi V bersama Dinkes Sumsel. (foto-anton/koransn)

Palembang, KoranSN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menganggarkan dana Rp 120 miliar untuk penanganan virus corona atau Covid-19 di Sumsel. Dalam anggaran tersebut, dialokasikan dana untuk tenaga medis yang menangani Covid-19, dengan rincian dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum Rp 10 juta dan tenaga perawat Rp 7,5 juta.

Hal ini terungkap dalam rapat yang digelar Komisi V DPRD Sumsel bersama Dinkes Sumsel, Senin (30/3/2020).

Ketua Komisi V DPRD Sumsel Susanto Adjis mengatakan, anggaran yang digunakan oleh pemerintah provinsi untuk insentif tersebut, berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) kesehatan untuk biaya operasional kesehatan, yang berada di pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel.

“Ada alokasi dana dalam penanganan corona di Sumsel, sebesar Rp 120 miliar, dengan rincian Rp 103 miliar bagi dinas kesehatan, Rp 8 miliar bagi BPBD, dan Rp 9 miliar bagi Dinsos,” kata Susanto Adjis.

Ia mengatakan, insentif untuk tenaga kesehatan tersebut, diberikan selama penanganan Covid-19, yang diprediksi berakhir pada akhir Mei 2020. Jika pada Mei penyebaran Covid 19 masih berlangsung, maka akan ditinjau ulang.

“Besaran alokasi anggaran ini bisa saja direvisi kedepannya, dan akan dilihat apakah anggaran ini cukup atau tidak, mengingat massa penanganan virus ini belum tahu berakhir kapan,” ujarnya.

Baca Juga :   Safari Jumat di Bukit Baru, Herman Deru Ngaku Iba dengan Wako Palembang

Di sisi lain kata Politisi PDI Perjuangan ini, selain untuk insentif petugas medis, dana Rp 103 miliar yang ada di dinas kesehatan juga akan diperuntukkan untuk penyediaan alat pelindung diri (APD) sebanyak 6.000 set, rapid tes sebanyak 600, virus transport media (VTM) sebanyak 2.500 dari sekarang yang tersedia hanya 100-an.

“Selain itu, di Wisma Atlet Jakabaring juga disediakan 246 kamar bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 128 kamar bagi tenaga medis di Rusunawa Jakabaring,” katanya.

Sedangkan, Kabid Yankes Dinkes Sumsel dr Syamsuddin mengatakan, mereka rapat dengan Komisi V DPRD Sumsel untuk laporan kondisi persiapan penanggulangan covid-19 dan kendala dihadapi TAPD.

“Kita kurang alat pelindung diri, lalu beberapa alat pemeriksaan masih kurang, ya kita beli dan upaya mencari,” katanya.

Untuk VTM (Virus Transfer Media) saat pihaknya punya sebanyak 150. “Yang kita pesan 2500, mudahan –mudahan kasusnya tidak banyak,” pungkasnya.

Fraksi PDIP DPRD Sumsel Tempatkan Tempat Cuci Tangan Gratis di 4 Titik

Baca Juga :   Selangkah Lagi SFC Kembali ke Liga I, Herman Deru: Payo Wong Sumsel Kito Doake Samo-samo

Sementara itu, Fraksi PDIP DPRD Sumsel menempatkan tempat cuci tangan gratis di empat titik keramaian di Kota Palembang.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumsel Susanto Adjis mengatakan, aksi solidaritas ini sebagai bentuk tanggung jawab pihaknya dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Fraksi PDIP DPRD Sumsel yang memprakarsai, untuk pengadaannya gotong royong bersama sayap dan badan partai (PDIP),” ujarnya.

Ia menerangkan, sumbangan dari fraksi tersebut berupa empat tangki air berkapasitas 500 liter, westafel, hand sanitizer dan sabun, yang akan ditempatkan di empat titik, yaitu di Pasar Km-5, Pasar 16 Ilir, Pasar Km-12 dan di rumah susun Kelurahan 26 Ilir Palembang.

“Jadi di setiap titik tersebut akan ditempatkan satu tangki air berkapasitas 500 liter, 500 liter termasuk wastapel satu set bersama cairan pencuci tangan atau hand sanitizer serta sabun,” kata Susanto Adjis. (awj)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Korban Corona di Palembang Terus Bertambah, 2 Warga Kembali Meninggal Dunia

Palembang, KoranSN Jumlah korban Covid-19 atau virus corona yang meninggal dunia di Kota Palembang terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.