Tergiur Upah Rp 1,4 Juta Tukang Ojek Nekat Bawa Narkoba 1 Miliar Lebih

Tersangka Riki (mengenakan penutup wajah) saat diamankan di Poresta Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Riki (31), seorang buruh dan abang ojek yang tinggal di Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) ini, nampaknya harus mendekam lama dibalik jeruji besi setelah kedapatan membawa 1,5 Kilogram (Kg) sabu dan ribuan butir pil ekstasi yang nominalnya mencapai 1 miliar lebih.

Tersangka ini dibekuk saat hendak mengantarkan narkoba jumlah besar itu terhadap seorang pemesan yang diakui tersangka ini tidak ia kenal, di seputaran Sukarami tepatnya tak jauh dari kawasan teratai putih.

Saat gelar ungkap kasus yang dilakukan jajaran Sat Reserse Narkoba Polresta Palembang, tersangka ini mengaku dirinya nekat menjadi kurir narkoba karena tergiur dengan upah yang ditawarkan.

“Jika berhasil mengantarkan narkoba ini ke pemesan, saya akan menerima upah sebesar Rp 1,4 juta. Saya tidak tahu pemesannya dan saya tidak tahu asal usul narkoba ini, saya hanya disuruh orang yang juga saya tidak kenal, membawa bungkusan untuk diantarkan ke seseorang, siapa itu saya tidak tahu,” aku tersangka yang saat gelar ungkap kasus wajahnya ditutupi petugas menggunakan penutup wajah ini.

Baca Juga :   SKPD dan Pejabat Banyuasin Akan Diperiksa KPK

Tersangka mengaku, jika ini kali pertama ia menjadi kurir narkoba. “Saya baru pertama mengantarkan barang seperti ini,” jelasnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB, Selasa (2/1/2018) saat gelar ungkap kasus dan barang bukti mengatakan, narkoba dalam jumblah besar ini berhasil diungkap, berkat adanya informasi masyarakat yang mengaku resah terkait akan adanya penyelundupan narkoba ke wilayah Kota Palembang.

“Adanya laporan tersebut, petugas kita langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Ketika melihat tersangka Riki menggunakan sepeda motor melintasi lokasi penggerebekan dengan
gerak gerik mencurigakan, petugas kita langsung melakukan penyergapan. Alhasil narkoba dalam jumlah besar itu ditemukan petugas berada dalam penguasaan tersangka,” jelas Kapolresta. (den)

Baca Juga :   Kasus Bocah SD Tewas Akibat Imunisasi Berbuntut ke Ranah Hukum
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Kadis Pemkab Indramayu Saksi Tersangka ARM

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/11/2020) memanggil dua kepala dinas (kadis) Pemerintah Kabupaten …