Terjadi Bencana, 30 Menit Pasukan Tagana Tiba di Lokasi

Kepala Dinas Sosial Kota Palembang melalui Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Bencana Alam, Hetraida. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kepala Dinas Sosial Kota Palembang melalui Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Bencana Alam, Hetraida menyatakan, jika terjadi bencana alam di Kota Palembang, pasukan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Dinas Sosial Kota Palembang akan tiba dalam waktu paling lambat 30 menit ke lokasi kejadian sesuai dengan jarak yang ditempuh untuk mengevakuasi korban dan meringankan pekerjaan-pekerjaan bagi yang terkena musibah.

Ia mengatakan, sementara ini jumlah personel Tagana berjumlah 131 personil yang sudah di bagi perwilayah setiap Kecamatan sampai tingkat Rukun Tetangga (RT).

“Apabila terjadi bencana alam yang tidak diinginkan pasukan relawan Tagana akan tiba dilokasi kejadian dalam waktu 30 menit, paling lama satu jam sesuai dengan jarak tempuh. Jika bencana tersebut lumayan besar pasuka Tagana akan langsung mendirikan posko dan membuat dapur umum, hal ini guna meringankan beban korban yang terkena dampak bencana alam,” jelasnya, Minggu (9/7/2017).

Baca Juga :   Ekonomi Melemah, Realisasi PAD Menurun

Lanjutnya, tim relawan Tagana sendiri sudah diberi pelatihan langsung oleh anggota TNI Kodam II Sriwijaya selama satu minggu guna membantu korban apabila terjadi bencana alam.

“Pasukan Tagana yang berjumlah 131 tersebut, seluruhnya sudah diberikan pelatihan langsung oleh anggota TNI dan beberapa anggota Tagana yang belum mendapatkan pelatihan, sementara ini kita akan merekomendasikannya ke Tagana Provinsi Sumsel untuk diberikan pelatihan lanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, pasukan Tagana ini hanya bersifat sebagai relawan tidak bisa diangkat sebagai tenaga honorer apalagi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, jika terjadi bencana alam tim relawan ini selalu siaga untuk membantu korban.

“Kalau terjadi bencana, tim Tagana kami selalu siap dan siaga untuk membantu mulai dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan, hampir semua personil diturunkan apabila terjadi bencana,” tuturnya.

Baca Juga :   Wakili Sumsel, Rosa Indiana Menuju Puteri Remaja Indonesia 2020

Masih kata Hetraida, pasukan Tagana sementara ini hanya dibekali peralatan motor, mobil dan kapal cepat. Namun jumlahnya hanya untuk beberapa orang saja karena terkendala berbagai faktor seperti kapal cepat tidak bisa digunakan.

“Tim Tagana hanya dibekali satu motor Trail dan Mobil Truk untuk menjangkau ke lokasi bencana dan sementara ini kapal cepat tidak bisa beroprasi dikarenakan rusak,” tandasnya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Masyarakat Dinilai Telah Sadar Pentingnya Keamanan Pangan

Palembang, KoranSN Pemerintah Kota Palembang menilai bahwa pentingnya keamanan pangan dari bahan-bahan berbahaya saat ini …