Home / Headline / Terkait Lahan Negara Hilang Hingga Aswari Rivai Diperiksa, Kejati Sumsel Masih Kumpulkan Data & Keterangan Saksi

Terkait Lahan Negara Hilang Hingga Aswari Rivai Diperiksa, Kejati Sumsel Masih Kumpulkan Data & Keterangan Saksi


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih

 

Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutajulu. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutajulu, Jumat (5/4/2019) mengatakan, Kejati Sumsel saat ini masih melakukan pengumpulan data terkait lahan milik Negara di Kabupaten Lahat yang hilang hingga dilakukan pemeriksaan terhadap Aswari Rivai.

Menurutnya, dalam proses penyelidikan tersebut Kejati Sumsel tentunya mengambil keterangan dari para saksi, salah satunya seperti pemeriksaan Aswari Rivai yang telah dilakukan Kejati Sumsel, Kamis kemarin (4/4/2019).

“Ini proses hukum biasa untuk pengumpulan data dan bahan keterangan. Nah, dalam rangka permintaan keterangan itu makanya kami mengundang pihak-pihak terkait yang diperkirakan mengetahui tentang permasalahan lahan itu, salah satunya Aswari Rivai,” ungkapnya.

Masih dikatakan Hotma, sementara untuk penjelasan lebih rinci terkait materi pemeriksaan, belum bisa disampaikan Kejati Sumsel. Sebab saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Baca Juga :   Arus Mudik Perairan di Pelabuhan Bombaru Meningkat 2,55 Persen

“Mohon bersabar, beri kesempatan tim untuk bekerja. Pada saatnya nanti kita akan sampaikan kepada media hasil dari penyelidikan ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sumsel, Kamis (4/4/2019) memeriksa Aswari Rivai yang merupakan mantan Bupati Lahat. Pemeriksaan dilakukan terkait hilangnya aset Negara berupa lahan yang berada di Kabupaten Lahat.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel, Ali Mukantoro mengatakan, pemeriksaan Aswari Rivai dilakukan pihaknya untuk dimintai keterangan karena adanya lahan yang merupakan aset Negara di Lahat terjadi tumpang tindih, sehingga mengakibatkan aset Negara berupa lahan tersebut hilang.

“Pemeriksaan ini terkait izin untuk lahan yang ada di Lahat hingga tumpang tindih, di situ kan ada unsur Negara yakni PT BPI atau PT Bukit Pembangkit Innovative. Nah, itu ada aset Negara yakni lahan yang hilang,” katanya.

Baca Juga :   Pemprov Sumsel Gelar Sholat Istisqo Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat

Diungkapkan Kajati, dikarenakan ada aset Nagara yang hilang makanya Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap Aswari Rivai.

“Inikan ada aset Negara yang hilang, makanya kita memeriksa saksi-saksi dari semua pihak dan siapapun, untuk melakukan konfirmasi. Termasuk, memeriksa beliau (Aswari Rivai),” ujar Kajati.

Lanjut Kajati, pemeriksaan Aswari Rivai dilakukan karena sebelumnya ada yang melaporkan ke Kejati Sumsel. Untuk itulah jaksa penyidik memanggil dan memeriksa Aswari Rivai.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan kita meminta keterangannya, sejauh mana dia tahu, dan kejadiannya sebenarnya seperti apa. Sebab, kami memeriksa karena ada laporannya dari pihak yang asetnya hilang, yakni Negara. Kalau untuk luas lahannya saya lupa, detailnya nanti saja,” tandas Kajati.

Terpisah, Aswari Rivai saat dikoonfirmasi Suara Nusantara, Kamis malam (4/4/2019) melalui sambungan telepon mengatakan, jika dirinya sedang berada di jalan.

“Saya lagi di jalan dek,” ujarnya sambil menutup telepon. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Ibu Bunuh Anak Lalu Bunuh Diri di IB I Diduga Alami Gangguan Psikologis

Palembang, KoranSN Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (18/4/2019) mengatakan, berdasarkan pemeriksaan dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.