Home / Headline / Terlibat Begal, Pernikahan Jaka Warga 24 Ilir Gagal

Terlibat Begal, Pernikahan Jaka Warga 24 Ilir Gagal

Kanit Reskrim Polsek IT I Palembang, Iptu Alkap saat menginterogasi tersangka Achmad Jaky alias Jaka dan tersangka Paino. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Achmad Jaky alias Jaka (24), warga Jalan Tua Pati Naya Raya Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang ditangkap pihak kepolisian Sat Reskrim Polsek IT I Palembang karena terlibat aksi begal. Tersangka dibekuk dua hari sebelum acara pernikahannya digelar.

Dalam kasus begal tersebut, dilakukan tersangka Achmad Jaky alias Jaka bersama dua rekannya, yakni Paino (40), warga Jalan Radial Keluarahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang yang juga tertangkap dan pelaku Pandi (DPO).

Ketiga pelaku ini menghadang korban lalu membegal handphone (HP) milik korban di Jalan Letnan Jaimas Kelurahan Sei Pangeran Kecamatan IT I Palembang. Dari hasil penyelidikan kejadian tersebut, pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap tersangka Achmad Jaky alias Jaka dan Paino, sedangkan untuk pelaku Pandi kini masih dalam pengejaran.

Kapolsek IT I Palembang, Kompol Edi Rahmat melalui Kanit Reskrim Iptu Alkap, Selasa (10/9/2019) mengatakan, tersangka Achmad Jaky alias Jaka dan tersangka Paino ditangkap karena telah membegal HP milik korbannya bersama pelaku Pandi yang masih buron.

Dijelaskan Kanit, aksi begal tersebut bermula saat ketiga tersangka melihat korban melintasi lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor seorang diri. Kemudian ketiga pelaku yang berboncengan mengendarai sepeda motor langsung mengejar dan menghadang korban.

Baca Juga :   Tata Ulang Median Jalan Pedestrian di Palembang

“Kejadian tersebut terjadi Sabtu 13 Juli 2019 lalu, dimana ketika menghadang korban, tersangka Paino mengeluarkan senjata tajam jenis pisau lalu menempelkan pisau tersebut ke leher korban. Sedangkan tersangka Achmad Jaky alias Jaka dan pelaku Pandi berada di atas sepeda motor menghadang korban. Setelah itu tersangka Paino membegal atau merampas HP milik korban. Lalu ketiga pelaku melarikan diri dari lokasi dengan motor yang mereka kendarai,” katanya saat gelar ungkap kasus di Mapolsek IT I Palembang.

Masih dikatakan Kanit, usai kejadian korban membuat laporan kepolisian hingga pihaknya langsung melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku.

“Hasil dari penyelidikan tersebut akhirnya kami menangkap dua tersangka dari tiga pelaku, mereka yakni; tersangka Achmad Jaky alias Jaka dan Paino. Kedua tersangka ini kami tangkap tanggal 22 Agustus 2019, usai diamankan diketahui jika tersangka Achmad Jaky alias Jaka ini akan melangsungkan pernikahan pada tanggal 24 Agustus 2019. Jadi, tersangka kami tangkap sebelum acara pernikahannya,” ungkapnya.

Lanjut Kanit, kini kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek IT I Palembang guna proses hukum lebih lanjut. Sedangkan untuk kasusnya masih dalam pengembangan lantaran masih ada satu pelaku lagi yang buron.

Baca Juga :   KPK Kembali Periksa Saksi OTT Yan Anton di Polda Sumsel

“Dalam kasus begal ini para tersangka dijerat dengan Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) ke 2 huruf e KUHPidana,” tegas Kanit.

Sementara tersangka Achmad Jaky alias Jaka mengatakan, ia ikut terlibat dalam aksi begal tersebut karena saat kejadian dirinya sedang mabuk minuman keras (Miras) beralkohol.

“Karena pengaruh Miras makanya saat itu saya ikut membegal korban. Dalam aksi begal tersebut, Paino yang mengancam korban dengan pisau lalu merampas HP milik korban, sedangkan saya hanya berperan menunggu di atas sepeda motor. Setelah itu HP korban kami bawa kabur dan kami jualkan, lalu uangnya kami bagi bertiga,” ujarnya.

Dikatakannya, jika dirinya menyesal melakukan aksi begal tersebut, sebab dengan adanya kejadian itu membuat pernikahannya dengan sang pacar gagal.

“Saya ditangkap tanggal 22 Agustus, padahal acara pernikahan saya baru akan dilakukan tanggal 24 Agustus 2019. Akibatnya, pernikahan saya gagal, bahkan pacar yang akan saya nikahi kabur dan kini entah dimana keberadaannya,” jelasnya.

Sedangkan tersangka Paino mengungkapkan, begal tersebut merupakan ide dirinya dan dua rekannya yakni tersangka Achmad Jaky alias Jaka dan Pandi (DPO).

“Jadi begal tersebut ide kami bersama-sama setelah kami melihat korban. Dan memang saat membegal korban hanya saya yang mengancam korban dengan pisau. Sebelum tertangkap polisi dalam kasus ini, saya juga pernah dipenjara dalam kasus pencurian dan senjata tajam,” ungkap tersangka Paino. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Jual Satwa Lindung di Medsos, Warga Prabumulih Ditangkap Tipidter Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.