Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Tersangka Dugaan Kasus Korupsi PT PDPDE Masih Tunggu Audit BPK

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, Kamis (13/2/2020) mengatakan, Kejati Sumsel hingga kini masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPK untuk menetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE), yang kini sudah dalam tahap penyidikan.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan kerugian negara yang terjadi merupakan dasar bagi jaksa penyidik untuk menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

“Jadi, kami belum menetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE ini. Sebab kami masih menunggu hasil penghitungan kerugian uang negaranya dari BPK,” tegasnya.

Masih dikatakannya, meskipun demikian hingga kini Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel masih terus melakukan penyidikan.

“Untuk proses penyidikan hingga kini masih dilakukan,” tegasnya.

Terpisah, Kasi Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, Hendri Yanto menambahkan, dalam proses penyidikan dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE tersebut, sejauh ini pihaknya belum mengagendakan pemeriksaan saksi.

“Penyidikan tetap kami lakukan, namun kalau untuk pemeriksaan saksi belum kita agendakan pemeriksaannya,” ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, dalam perjalanan dugaan kasus ini sudah banyak saksi yang diperiksa Kejati Sumsel. Para saksi tersebut, diantaranya saksi dari sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov Sumsel, saksi dari pihak PT PDPDE serta saksi dari pihak swasta.

Baca Juga :   Pasal Hutang Untuk DP Rumah, 1 Jam Ibu dan 2 Anak di Kalidoni Disekap

Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto sebelumnya mengungkapkan, adapun saksi dari Pemprov Sumsel yang sudah diperiksa pihaknya diantaranya ‘AJ’ dan ‘NU’. Selain itu pihaknya pun telah memeriksa saksi dari mantan pejabat Pemrov Sumsel, yakni ‘MS’.

“Untuk ‘AJ’ dan ‘NU’ pemeriksaan keduanya sebagai saksi dilakukan, Kamis (12/12/2019). Sedangkan ‘MS’ diperiksa di hari sebelumnya yakni, Senin (9/12/2019). Para saksi ini diperiksa untuk diambil keterangan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE. Hal ini dikarenakan para saksi yang diperiksa tersebut merupakan pihak pengawas di perusahaan PT PDPDE,” ungkapnya kala itu.

Bukan hanya itu, dalam dugaan kasus ini, Senin (14/10/2019) Kejati Sumsel juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang. Hal tersebut dikatakan Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman kala itu.

“Pemeriksaan Mudai Madang sebagai saksi merupakan pemeriksaan kedua kalinya lantaran sebelumnya yang bersangkutan sudah pernah diperiksa sebagai saksi,” ujarnya.

Dijelaskannya, jika dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan, sehingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya saat itu.

Baca Juga :   Pihak Perusahaan Pembeli Gas Diperiksa Kejati Sumsel

Sekedar mengingatkan, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama sebagai saksi dilakukan Jaksa Penyidik Pidus Kejati Sumsel pada Jumat (5/4/2019). Ketika usai menjalani pemeriksaan saat itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh Jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Hendri Yanto kala itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Terdakwa Dugaan Korupsi Kredit BSB Divonis Bebas, Hakim Pulihkan Hak-hak Augustinus Judianto

Palembang, KoranSN Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Kelas I A Palembang yang Diketuai Erma Suharti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.