Tertekan Berat Istri Minta Cerai, Jadi Pemicu Tewasnya Satu Keluarga di Vila Kebun Sirih

Empat peti jenazah korban saat di RS Bhayangkara Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pemicu Fransiskus Xaverius Ong alias Frans Amat (45) menembak istrinya Margaret Yenti Liana (40) serta anaknya Rafael (17) dan Kathlyn Fransiskus (11) di kamar mereka masing-masih di rumah mereka di Komplek Vila Kebun Sirih Blok A 18 Kelurahan Bukti Sangkal Kalidoni Palembang, karena istrinya meminta diceraikan.

Akibat Frans tertekan berat hingga menembak keluarganya lalu bunuh diri dengan senjata api rakitan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dari pembantu dan keluarga korban diketahui jika sebelum kejadian tersebut terjadi Frans sempat dimintai cerai oleh istrinya.

“Bukan hanya itu dari laptopnya kami juga menemukan pengakuan hutang usaha Frans senilai Rp 8,9 miliar. Jadi karena diminta istri cerai lalu ada hutang membuat Frans tertekan berat lalu melakukan penembakan tersebut,” jelasnya.

Masih dikatakan Kapolda, bahkan dalam laptop milik Frans polisi juga menemukan rekaman video pesan terakhir Fans yang dibuat pukul 00.46 WIB dini hari, atau sebelum Frans menembak istri dan dua anaknya.

“Adapun kata-kata yang diucapkan Frans dalam video itu, diantaranya seperti ini; “Saya tidak rela meninggalkan kedua anak dan istri, sebab kami akan bertemu kembali dikehidupan nanti. Saya tidak bisa meninggalkan mereka karena itu sangat berat, maafkan saya, maafkan saya, maafkan saya,” ungkap Kapolda.

Baca Juga :   Pelaku Pembuang Bayi di Empat Lawang Ternyata Ibu Kandung

Lebih jauh dikatakan Kapolda, bukan hanya itu berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dari pembantu dan keluarga korban diketahui jika sebelum kejadian tersebut terjadi Frans sempat dimintai cerai oleh istrinya.

“Jadi karena Frans memiliki hutang usaha dan juga diminta istrinya bercerai hingga membuatnya tertekan hingga Frans berniat bunuh diri. Namun saat kejadian, Frans tidak tegah meninggalkan istri, kedua anaknya serta dua anjing peliharaannya. Akibatnya, Frans menembak isti dan anaknya lalu merendam anjingnya di bak kamar mandi. Setelah itu barulah Frans bunuh diri,” jelas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Fransiskus Xaverius Ong alias Frans Amat dan istrinya Margaret Yenti Liana serta dua anaknya Rafael dan Kathlyn Fransiskus ditemukan tewas di kediaman mereka, Rabu pagi (24/10/2018) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan keempat korban tewas dengan luka tembak di bagian kepala.

Tewasnya para korban ini pertamakali diketahui oleh kedua pembantu di rumah tersebut, mereka yakni; Dewi Safitri (28) dan Sarah (20). Mengetahui para korban tewas membuat kedua pembantu korban berteriak ke luar rumah meminta tolong warga sekitar, hingga akhirnya polisi mendatangi lokasi kejadian lalu mengevakuasi keempat jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Baca Juga :   Warga Heboh Temukan Mayat Penuh Belatung

Sementara pihak kepolisian yang melakukan olah TKP menemukan sejumlah barang bukti yang diantaranya senjata api jenis revlover, selonsong peluru. Bukan hanya itu dari kediaman korban juga ditemukan dua kertas berisi pesan yang bertuliskan, “Aku sudah sangat lelah, maafkan aku. Aku sayang dengan anak dan istriku, Choky dan Snowy. Aku tak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini”. Diketahui jika Choky dan Snowy merupakan anjing peliharaan korban yang ditemukan tewas di dalam bak kamar mandi. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polri Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung

Jakarta, KoranSN Tim penyidik gabungan Polri menetapkan delapan orang tersangka, dalam kasus kebakaran Gedung Utama …