Home / Gema Sriwijaya / Tiba-Tiba Ustadz Diberikan Jimat

Tiba-Tiba Ustadz Diberikan Jimat

MTA-Ribuan umat musilm ikuti silahturahmi pengajian akbar yang diadakan Majelis Tafsir Al Quran(MTA) di Dermaga Convention Center Benteng Kuto Besak Palembang,Senen (24/4/2017).Tampak,beberapa jemaah serius mengikuti pengajian .foto-ferdinand/koransn.

Palembang,KoranSN
Kegiatan silahturahmi pengajian akbar dan donor darah Kota Palembang yang juga peringatan 27 Rajab 1438 Hijriah, Senin (24/4/2017) diisi oleh penceramah Pimpinan Pusat Yayasan Majelis Taqlim Al-Quran (MTA) Surakarta, Ustadz Drs Ahmad Sukina di Dermaga Convention Center Benteng Kuto Besak (BKB) Kota Palembang.

Dalam acara tersebut dihadiri MTA perwakilan, cabang dan binaan Provinsi Sumsel, Lampung dan Bengkulu. Namun saat Drs Ahmad Sukina sedang memberikan tausiahnya, tiba-tiba ada perwakilan peserta dari Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan memberikan jimat kepada Pak Ustadz, yang spontan menjadi bahan tawaan jamaah lainnya.

Terkait hal tersebut membuat Ustadz Drs Ahmad Sukina mengatakan, percayalah dan berpedomanlah hanya kepada Al-quran dan Hadist, karena percaya kepada hal lain seperti jimat bisa dikatakan syirik, percuma saja ibadahnya kuat apabila masih percaya kepada jimat berarti sama saja tidak mempercayai kandungan Al-Quran.

“Percaya kepada jimat sama halnya dengan syirik dan itu bisa menghapus pahala sholat kita yang selama ini kita kerjakan,” ungkap ustadz.Dilanjutkannya, dirinya sangat berterima kasih kepada warga binaan MTA Palembang yang telah melakukan kegitan, bertujuan untuk menjalin silaturahim dan pengajian akbar bagi warga binaan MTA Palembang khususnya Sumsel.

Baca Juga :   Dishub Harapkan Pelayanan Angkutan Menjadi Lebih Baik

Pada kesempatan itu, Ustadz Ahmad berpesan kepada para jamaah agar membaca Al-Quran dengan serius dan bersungguh-sungguh supaya bisa memahami Al-Quran dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.Hal ini dikarenakan, Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT bukan hanya untuk dibaca, melainkan untuk diamalkan serta untuk membina diri dalam menempuh kehidupan guna mencapai kebahagian dunia dan akhirat kelak.Lanjutnya, MTA tidak pernah menyelenggarakan pengajian dihari besar saja seperti Maulid Nabi atau Isra Mi’raj, karena membaca Al-Quran sudah dilakukan setiap saat.

“Kalau ngaji hanya untuk memperingati hari besar saja kemungkinan kurang bisa dipahami, karena dilaksanakan hanya satu hari, bagaimana bisa memahami agama sepenuhnya. Apabila dalam waktu setahun ngajinya hanya dua hari untuk memperingati Maulid Nabi dan Isra Mi’raj itu bisa paham apa, karena membaca Al-Qur’an itu harus dilakukan setiap hari guna memahami dan mengamalkan kandungannya,” jelasnya.

Baca Juga :   Bupati Evaluasi SAKIP

Sementara Ketua Panitia, Suyitto dari perwakilan MTA Palembang mengatakan, acara tersebut merupakan program dua tahun sekali yang bertujuan untuk menjalin silahturahim antara umat beragama, khususnya di daerah Sumbagsel. Dalam acara ini dihadiri oleh ribuan jamaah berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel serta ada juga perwakilan dari MTA Lampung Bengkulu dan Jambi.

“Selain acara pengajian akbar kita juga melakukan donor darah, ada 300 orang yang melakukan donor darah dibantu oleh PMI Kota Palembang. Karena setiap tiga bulan, warga MTA selalu melakukan donor darah. Acara ini murni sumber dananya berasal dari warga MTA,” ungkapnya.

Suyitto menjelaskan, ada 300 cabang MTA yang tersebar di seluruh Indonesia serta ada 15 cabang MTA di Palembang. Kedepan dirinya berharap setiap kecamatan memiliki cabang MTA. “Kita berharap setiap tempat memiliki rumah Tahfiz Quran, minimal setiap kecamatan mempunyai kelompok binaan MTA. Namun, kita tidak bisa memaksa karena memang hal tersebut butuh proses. Kedepannya, sesuai program dua tahunan MTA akan diadakan di Jakabaring,” tutupnya. (rgn)

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

401 Calon Kades Gelar Deklarasi Damai

Muara Enim, KoranSN Sebanyak 401 calon kades menyatakan deklarasi damai dalam rangka pelaksanaan Pilkades serentak …