Home / Lacak / Tidak Ada Ampun Bagi Perusahaan Pembakar Lahan

Tidak Ada Ampun Bagi Perusahaan Pembakar Lahan

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara (Foto-Dok/Humas Polda Sumsel)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (7/8/2018) menegaskan, tidak ada ampun bagi perusahaan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bahkan saat ini pihaknya sedang menyelidiki dua perusahaan di Sumsel yang diduga melakukan pembakaran lahan.

Menurut Kapolda, apabila dari hasil penyelidikan nanti penyidik mendapati cukup bukti maka yang akan dimintai pertangungjawaban secara hukum yakni General Manager (GM) Operasional perusahaan yang berada di lapangan.

“Jadi, tidak ada ampun bagi perusahaan pembakar lahan, dan saya pastikan pihak perusahaan tersebut kami kenakan pasal pidana kelalaian. Saya tidak main-main, terbukti akan saya sel dia. Bahkan saat ini untuk lahan perusahaan yang terbakar langsung kami pasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan. Selain itu, kami juga menyiagakan satu helikopter agar dapat turun ke lokasi melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolda, dari pengalaman penanganan kasus Karhutla, memang tidak gampang mengungkap pidana pihak perusahaan yang membakar lahan. Namun dirinya tetap ikhtiar dengan melakukan penegakan hukum melalui penyelidikan.

“Dalam mengungkap kasus Karhutla yang melihatkan pihak perusahaan ini, biasanya nanti jaksa penutut meminta keterangan saksi ahli yang sudah disertifikasi, saksi ahli dari lingkungan hidup, saksi ahli dari kehutan hingga saksi ahli korporasi. Sebab, yang menentukan tersangkanya adalah saksi ahli, dari itulah tidak mudah melakukan pengungkapkan kasus ini, walaupun demikian kami tetap berikhtiar,” katanya.

Lebih jauh diungkapkan Kapolda, permasalahan status kepemilikan tanah antara masyarakat dengan pihak perusahaan juga menjadi kendala dalam proses penyelidikan kasus Karhutla.

“Tumpang tindih kepemilikan tanah ini juga permasalahan yang harus dihadapi oleh penyidik. Seperti, berdasarkan peta lahan yang terbakar merupakan milik perusahaan. Namun saat dicek ternyata lahan itu dikuasi oleh warga dengan dijadikan plasma. Inilah permasalah yang kami temukan di lapangan,” terangnya.

Meskipun demikian lanjut Kapolda, pihak kepolisian tetap terus melakukan penyelidikan dengan mencari siapa sebenarnya pelaku yang membakar lahan tersebut.

“Nanti dari hasil penyelidikan akan diketahui pelakunya apakah perorangan atau pihak perusahaan. Yang jelas, di lahan yang terbakar langsung kami pasang garis polisi dan tidak boleh ditanami sebelum pengusutan kasusnya selesai,” jelasnya.

Dengan masih terjadinya Karhutla di Sumsel, Kapolda menghimbau agar warga maupun pihak perusahaan jangan membuka lahan dengan membakar lahan. Apalagi, dalam waktu dekat ini Sumsel akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games.

“Saya himbau kedepan jangan ada lagi yang bakar-bakar. Sebab, 99 persen Karhutla yang terjadi di Sumsel karena dibakar dengan sengaja, bukan karena gesekan dedaunan,” tutup Kapolda. (ded)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Penyelundupan Paket Ganja ke Bali di Bandara SMB II Digagalkan

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian bersama petugas Avsec (Aviation Security) Bandara SMB II Palembang, Jumat (17/8) ...

error: Content is protected !!