Home / Lacak / Tidak Ada Tanda Kekerasan, Ibu dan Anak di Prabumulih Mati Lemas

Tidak Ada Tanda Kekerasan, Ibu dan Anak di Prabumulih Mati Lemas


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
JENAZAH - Tampak keranda jenazah di dalamnya berisi jenazah Rini Afrianti dan 'RV' berada di mobil ambulan saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang hendak dibawa ke rumah duka. (foto-dedy/koransn.com)
JENAZAH – Tampak keranda jenazah di dalamnya berisi jenazah Rini Afrianti dan ‘RV’ berada di mobil ambulan saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang hendak dibawa ke rumah duka. (foto-dedy/koransn.com)

 

Palembang, KoranSN

Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Selasa (1/11/2016) melakukan otopsi kepada jenazah Rini Afrianti (36) dan putrinya ‘RV’ (7), yang keduaya ditemukan tewas mengenaskan di kediamannya di Jalan Gajah Mada Gang Barulu RT 2¬† RW 4 Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara, Senin kemarin (31/10/2016) pukul 08.30 WIB.

Kabid Dokkes Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo Pradoto didampingi Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kompol Dr Mansury usai otopsi mengatakan, jika pihaknya telah melakukan otopsi terhadap jenazah Rini Afrianti dan ‘RV’ serahan dari penyidik Polres Prabumulih.

“Otopsi jenzah kedua korban dilakukan sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Hasilnya, dari kedua jenazah yang merupakan ibu dan anak itu tidak ada atau tidak ditemukan sama sekali tanda-tanda kekerasan. Keduanya meniggal dunia dikarenakan mati lemas akibat kehabisan oksigen,” katanya.

Dijelaskan Soesilo, kehabisan oksigen kedua korban dikarenakan hal yang berbeda. Dimana untuk jenazah Rini Afrianti yang merupakan sang ibu, korban mati lemas kehabisan oksigen dikarenakan adanya tekanan di leharnya. Sedangkan untuk jenazah ‘RV’ mati lemas karena bagian kepalanya tenggelam atau terendam air.

“Dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika anak korban (‘RV’) lebih dulu meninggal dunia dari ibunya (Rini Afrianti). Sedangkan untuk yang dimaksud jenazah sang ibu mati lemas kehabisan oksigen karena ada tekanan di leher. Hal itu dikarenakan, saat ditemukan jenazah korban tergantung. Sementara untuk jenazah sang anak yang juga mati lemas kehabisan oksigen, diketahui karena di bagian kepala korban basah (air), sementara dari leher hingga ke kaki korban tidak basah,” jelasnya.

Namun Soesilo enggan memprediksi apakah ibu dan anak tersebut korban pembunuhan atau ibu membunuh anak terlebih dahulu, kemudian gantung diri, ataukah ada penyebab lainnya.

Baca Juga :   Pura-pura Jadi Pembeli, Oknum PNS Diduga Mencuri Emas

“Karena dalam otopsi yang kita lakukan, kita hanya melakukan pemeriksaan kematiannya. Sedangkan untuk yang lainnya itu merupakan wewenang penyidik kepolisian,” tutupnya.

Sementara Yulika (40), kakak korban Rini Afrianti mengungkapkan, jika keluarga dari korban Rini Afrianti menduga adanya kejanggalan dengan tewasnya Rini Afrianti dan ‘RV’.

“Sebab, saat kami memeriksa jenazah kedua korban, di dekat leher korban Rini Afrianti terdapat luka memar, kemudian di jenazah korban ‘RV’ juga terdapat luka memar di bagian belakang kepalanya. Dari itu, kami nilai tewasnya kedua korban janggal dan kami minta pihak kepolisian dapat mengusutnya hingga tuntas,” harapnya dengan berlinangan air mata.

Masih dikatakannya, sebelum ditemukan tewas tergantung di dapur rumah, Almarhum adiknya Rini Afrianti tersebut memiliki niat untuk berangkat Umroh. Dari itulah, ia dan keluarganya menilai tidak mungkin jika Almarhum bunuh diri dengan gantung diri, apalagi sampai membunuh ‘RV’.

“Semasa hidup Almarhum Rini Afrianti rajin Shalat dan ke Masjid, bahkan belakangan korban berniat untuk Umroh dan kini sedang menambung uangnya. Memang, adik saya ini orangnya tertutup dan pendiam, jika ada masalah tak bernah bercerita. Walaupun demikian, tidak mungkin adik saya bunuh diri apalagi sampai membunuh anaknya ‘RV’,” ujarnya.

Dilanjutkannya, jika korban Rini Afrianti tinggal di rumah bersama suami dan dua anaknya. Dimana saat kejadian putri pertama korban sedang sekolah.

“Korban ini memiliki dua anak yang semuanya perempuan. Untuk korban ‘RV’ itu anak nomor dua. Saat kejadian, anak pertamanya sedang sekolah. Sedangkan di rumah korban saat itu hanya ada korban Rini Afrianti, ‘RV’ dan suaminya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kasus OTT Yan Anton, Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Diperiksa KPK

Lebih jauh dikatakannya, jika setelah dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, kedua jenazah akan dibawa ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan di TPU Taman Baka Wono Sari, Kecamatan Prabumulih Utara.

Diketahui, korban Rini Afrianti dan anaknya ‘RV’ ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya. Untuk korban Rini Afrianti ditemukan tewas gantung diri dengan tali tambang di dapur rumahnya. Sedangkan ‘RV’ (7) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 1 juga ditemukan tewas mengenaskan di dalam drum plastik penuh air di kamar mandi rumah korban.

David Korean (49), suami korban Rini Afrianti mengatakan, saat kejadian dirinya sedang lelap tertidur dan ketika terbangun ia terkejut melihat isteri dan anaknya tercinta sudah tewas mengenaskan.

“Aku dak nyangko, pas bangun tidur dan memanggil isteri dan anak aku tapi tidak ado suara. Nah, pas aku di dapur, aku lihat isteriku sudah tergantung dan anak ku berada di dalam drum plastik, dan keduanya sudah tidak bernyawa,” ungkap David sedih.

Sementara Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti mengungkapkan, dirinya belum dapat memberikan informasi lebihlanjut , karena saat ini polisi masih menunggu hasil otopsi kedua jenazah.

“Kedua jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit¬† Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi. Sedangkan untuk motif tewasnya kedua korban kita belum tahu dan belum dapat menyampaikannya, karena kita masih menunggu hasil otopsinya dulu. Selain itu, suami korban saat ini sedang kita intrograsi dan untuk kasusnya masih dalam penyelidikan,” tandasnya. (ded/and)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Ketua Waria Palembang Digorok Usai Bercinta, Pelaku Tertangkap di Lubuklinggau

Palembang, KoranSN Muhammad Jagad (30), tersangka kasus pembunuhan Ketua Organisasi Waria Kota Palembang, yakni korban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.