Rabu , Desember 12 2018
Home / Gema Sriwijaya / Tiga Desa di Lahat Terjerat Kasus DD

Tiga Desa di Lahat Terjerat Kasus DD

Suasana sosialisasi pencegahan potensi korupsi pengelolaan keuangan dana desa, di aula Kejari Lahat, Rabu (5/12/2018). (foto-robby/koransn.com)

Lahat, KoranSN

Menjelang Hari Anti Korupsai Internasional 9 Desember mendatang. Kejaksaan Negeri Lahat kembali mengingatkan agar dalam menggunakan keuangan Dana Desa (DD) jangan sampai disalah gunakan.

Untuk tahun 2018 ini, di Kabupaten Lahat ada tiga desa yang terjerat kasus penyalahgunaan DD. Satu kasus menjerat Kades Sungai Laru dan telah putus di PN Tipikor Palembang. Lalu satu kasus dalan proses pelengkapan pemberkasan tahap II menjerat Desa Kota Raya Darat. Terakhir satu desa sudah masuk dalam tahap penyelidikan.

“Kita terus menghimbau kepada kepala desa agar pengelolaan keuangan desa dilaksankan secara baik.

Kelola dana desa dengan baik yang bertujuan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Jaka Suparna SH saat acara sosialisasi pencegahan potensi korupsi pengelolaan keuangan dana desa, di aula Kejari Lahat, Rabu (5/12/2018).

Baca Juga :   Jamaah Haji Prabumulih Pulang dengan Selamat

Dalam kegiatan itu juga Dihadiri oleh Camat, Forum Kepala Desa, Kades dan Lurah Kabupaten Lahat. Hadir juga sebagai pemateri, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes) H Pauzan Khoiri, Kasi Intel Kejari Lahat Bani Ginting SH, Kasi Pidsus Kejari Lahat Teguh Fidia Wahyudi dan Inspektorat.

Masih kata Kajari, untuk kasus penyalah gunaan dana desa di Lahat tahun 2018 ini ada tiga kasus. Satu kasus sudah putus oleh PN Tipikor Palembang. Satu kasus yang ditangani pihak Polres Lahat dalam proses kelengkapan berkas untuk tahap II (tersangka dan barang bukti) dan satu kasus masih tahap penyelidikan pihak Pidsus Polres Lahat.

“Satu kasus dalam proses penyelidikan sudah kita lajukan pemeriksaan saksi- saksi,” ujar Jaka Suparna didampingi Kasi Pidsus Kejari Lahat, Teguh Fidia Wahyudi.

Baca Juga :   107 Siswa SMAN Noman Terima Bantuan Seragam dan Buku Tulis

Teguh mengatakan,dalam penyalahgunaan DD, sebelum ditangani pihak kejaksaan, terlebih dahulu melalui pemeriksaan oleh pihak Inspektorat.

Namun sambungnya, bila hasil pemeriksaan inspektorat, terperiksa tidak mengindahkan maka dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian atau kejaksaan.

“Beberapa desa ada yang mengembalikan keuangan hasil temuan inspektorat sehingga kasusnya tidak dilanjutkan. Karena memang ada batas waktu untuk memperbaiki hasil temuan tersebut,” tambah Teguh.

Pihaknya berharap dengan adanya beberapa ketentuan tersebut, bisa mencegah terjadinya penyimpangan dana desa maupun kades yang terjerat kasus korupsi. pihaknya bersama kepolisian dan inspektorat lebih mengedepankan pencegahan.

Dalam acara tersebut, hadir sebagai pemateri, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes) H Pauzan Khoiri, Kasi Intel Kejari Lahat Bani Ginting SH, Kasi Pidsus Kejari Lahat Teguh Fidia Wahyudi dan Inspektorat. (rob)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Banyuasin Raih Bhumandala Ariti Tingkat Nasional

Banyuasin, KoranSN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin kembali mendapat penghargaan bergengsi tingkat nasional. Kali ini, Banyuasin ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!