Tingkat Kematian Ibu Melahirkan di Papua Tertinggi di Indonesia

Angka Kematian Ibu dan Anak. Seorang ibu bercanda dengan anaknya sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan bayi di Posyandu Kama di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. (foto-antaranews)

Jayapura, KoranSN

Kepala Perwakilan UNICEF Papua dan Papua Barat, Trilaksono Harisantoso mengatakan tingkat kematian ibu melahirkan di Papua hingga kini masih tertinggi di Indonesia yakni mencapai 305 per 100.000 ibu melahirkan.

“Memang benar tingkat kematian ibu melahirkan di Papua masih tinggi dibanding daerah lainnya di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan masih tingginya tingkat kematian ibu di Papua,” kata Trilaksono di Jayapura, Kamis (12/12/2019).

Baca Juga :   KPA Temukan Hingga 200 Kasus HIV Setiap Bulan Selama 2019 di Bali

Dikatakannya, salah satu penyebab masih tingginya tingkat kematian ibu di Papua disebabkan beberapa faktor, diantaranya saat melahirkan tanpa dibantu tenaga profesional.

Selain itu kondisi ibu yang tidak sehat, misalnya mengalami pendarahan tinggi saat hamil dan melahirkan serta beberapa faktor lainnya termasuk perdarahan, kata Trilaksano yang didampingi dr. Ratih Woelandaroe.

Dr Ratih menambahkan selain kematian ibu melahirkan, hal serupa juga dialami bayi dan balita yang tingkat kematiannya masih tinggi dibanding daerah lainnya di Indonesia.

Karena itulah masalah tersebut menjadi salah satu perhatian dari UNICEF untuk memberikan pendampingan sehingga nantinya dapat meningkatkan kesehatan ibu hamil hingga melahirkan dan bayi yang dilahirkan.

Baca Juga :   Jongkok, Posisi BAB Paling Sehat

Saat ini ada tiga daerah yang menjadi percontohan guna meningkatkan taraf kesehatan ibu hamil, melahirkan dan bayi yang dilahirkan sehingga menurunkan tingkat kematian ibu melahirkan dan bayi.

“Adapun daerah yang diberi pendampingan dari UNICEF adalah Kabupaten Jayapura, Biak dan Nabire,” kata dr. Ratih. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Rekomendasi Tentang Tidur Anak per Malam

Jakarta, KoranSN Pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19, para ahli kesehatan mengingatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.