Home / Ekonomi / Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sumsel Melampaui Batas

Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sumsel Melampaui Batas

 (foto-Ferdinand D/koransn)
ilustrasi kemiskinan. (foto-Ferdinand D/koransn)

Palembang, SN
Berdasarkan data di tahun 2015 sampai dengan saat ini tingkat kemiskinan di Sumatera Selatan (Sumsel) over target atau melebihi batas target yang diamanahkan oleh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bahkan melebihi angka nasional.

Hal tersebut terungkap saat kegiatan RPJMD di Hotel Horison, Selasa (12/4).
“Tingkat kemiskinan di Sumsel capai 13,77 persen, sedangkan target yang diamanahkan 13,24 persen. Sedangkan untuk angka nasional sendiri sebesar 11,13 persen,” kata kepala Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih.

Melihat dari persentase tersebut serta dari sisi jumlah penduduk, lanjut Ekowati, maka Sumsel saat ini menduduki urutan ke enam penduduk miskin terbanyak di Indonesia. Selain itu, berdasarkan data dari BPS ditahun 2015 urutan tingkat proporsi penduduk miskin di Provinsi Sumsel berada pada urutan ke 12 dari 34 provinsi.

“Ini dilihat dari nasional, Sumsel masuk ke dalam 12 besar dari 34 provinsi,” jelasnya.

Baca Juga :   Selama Lebaran, Siloam Siaga Ambulance

Meskipun saat ini masih over target, lanjut Ekowati, proporsi penduduk miskin di Sumsel secara konsisten mengalami penurunan pada tahun 2010-2012 dari 14,80 persen menjadi 13,48 persen, kemudian pada tahun 2013 meningkat kembali menjadi 14,06 persen. Pada tahun 2014 mengalami penurunan sedikit dan naik kembali pada tahun 2015.

“Mulai dari tahun 2012 sampai 2015 angka kemiskinan provinsi Sumsel berfluktuasi dan berada di atas target RPJMD 2013-2018 dan selalu tinggi dari angka nasional,” terangnya.

Angka yang berfluktuasi ini menunjukkan belum ada upaya yang cukup memadai untuk menekan dan membentuk kecenderungan terhadap angka kemiskinan di Sumsel. Untuk di Sumsel sendiri, lanjut Ekowati, tingkat penduduk miskin tertinggi pada tahun 2015 berada dilahat 18,02 persen sedangkan yang terendah di Kota Pagaralam 8,90 persen.

Berdasarkan data BPS per September 2015 jumlah penduduk miskin di Sumsel sebanyak 1.112.526 jiwa, untuk penduduk miskin di perkotaan sebanyak 32,42 persen sedangkan untuk di pedesaan sebanyak 67,58 persen.
“Jumlah penduduk miskin terbanyak berada di Kota Palembang sekitar 202.310 jiwa,” terangnya.

Baca Juga :   Gotong Royong Ciri Khas Bangsa

Ditahun 2016, pemprov Sumsel akan berupaya mengentaskan kemiskinan dengan memprioritaskan 6 kabupaten/kota yakni  Kota Palembang, Muba, OKI, Muara Enim, Banyuasin dan Lahat.

Selain itu, dengan Musrebang ini sendiri diutamakan menanggulangi kemiskinan, dengan membentuk program Gertak Sejuta Mandiri diharapkan komitmen dari steakholder, CSR dan lain sebagainya.

“Nantinya semua kantong kemiskinan bisa didampingi di dalam program ini,” katanya

Terkait sanitasi sendiri, Sumsel juga masih bawah angka nasional. Ditahun ini ada juga bantuan APBN untuk membantu sanitasi di kabupaten/kota di Sumsel. Untuk alokasi dananya saat ini masih tengah dibahas. “Nantinya juga ada dari APBD Sumsel. Untuk realisasi sanitasi sendiri kami serahkan kepada PUCK Sumsel,” ujarnya.(wik)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Ketua MPR Ingatkan Pemerintah Hati-hati Pindah ke Kalimantan

Jakarta, KoranSN Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan pemerintah untuk hati-hati atas rencana pemindahan ibu kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.