TMMD di Aceh Bangun 9,8 Kilometer Jalan

Komandan Korem 012/Teuku Umar, Kolonel Infantri Djon Afriandi (kanan), didampingi Komandan Kodim 0105/Aceh Barat, Letnan Kolonel Kavaleri Nurul Diyanto, meninjau pelaksanaan TMMD 2020 di Desa Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. (foto-antaranews)

Banda Aceh, KoranSN

Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang digelar di sejumlah daerah di wilayah Kodam Iskandar Muda membangun jalan untuk masyarakat sepanjang 9,8 kilometer lebih.

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Kolonel Arh Sudrajat, di Banda Aceh, Kamis, mengatakan, TMMD ke-108 dilaksanakan di Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Tamiang.

“Di tengah kewaspadaan pandemi Covid-19, program TMMD ini dilaksanakan secara serentak di Indonesia, termasuk di wilayah Kodam Iskandar Muda, Aceh dengan membangun lebih dari 9,8 kilometer jalan,” kata Sudrajat.

Tiga wilayah program TMMD ke-108 di Aceh yakni di wilayah teritorial Kodim 0105/Aceh Barat. TMMD di Aceh Barat membuka dan membangun jalan baru sepanjang 2,2 kilometer. Selain itu, juga dibangun parit dengan panjang 2,2 kilometer di kiri kanan jalan.

Baca Juga :   PUPR: Program Padat Karya PISEW Serap 1.467 Orang Hingga Juni

“Sasaran fisik lainnya, pembuatan kotak culvert dengan panjang empat meter dan lebar tujuh meter. Serta membangun lapangan bola voli, pembuatan sumur bor, dan kegiatan sosial lainnya,” kata dia.

TMMD di wilayah Kodim 0116 Nagan Raya, juga membuka dan membangun jalan baru sepanjang 1,35 kilometer beserta parit di kiri kanan jalan. Kedalaman parit yang dibangun mencapai satu meter.

Sedangkan sasaran pekerja fisik lainnya dalam TMMD di Nagan Raya, kata dia, di antaranya pembangunan empat kotak culvert, Pembangunan tiga rumah, penimbunan sungai mati serta kegiatan sosial lainnya.

Sedangkan TMMD di wilayah Kodim 0117/Aceh Tamiang di antaranya pembangunan dan pengerasan jalan sepanjang 6,3 kilometer, pembuatan parit di kiri kanan jalan sepanjang 3,2 kilometer, pembangunan lima kotak culvertt, pembangunan rumah, perbaikan rumah ibadah, dan lain-lain.

Baca Juga :   Program Satu Desa Satu Pangkalan Bertujuan Pemerataan

“Selain pekerjaan fisik, TMMD juga menyelenggarakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya narkoba, dan penggunaan media sosial,” kata Sudrajat.

Selain itu, juga dilakukan penyuluhan kepada masyarakat berupa pertanian, perkebunan, dan peternakan. Termasuk penyuluhan kesehatan dengan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Program TMMD merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah sulit terjangkau, dan juga upaya melestarikan budaya luhur Bangsa Indonesia yakni kebersamaan dan gotong royong,” kata dia. (antara/ima)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Balai Kota Among Tani akan Ditutup Empat Hari untuk Sterilisasi

Kota Batu, KoranSN Pemerintah Kota Batu memutuskan menutup Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.