TNI Ikut Calon Kepala Daerah Wajib Mundur

Teady Aulia. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Siap-siap untuk mengundurkan diri jika ada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 0404 Muara Enim Prabumulih dan PALI (MPP) yang berniat atau berencana untuk menjadi peserta dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar 2018 mendatang.

Informasi tersebut ditegaskan langsung oleh Dandim 0404 MPP, Letkol Inf Teady Aulia beberapa waktu lalu.
Menurutnya, hal itu sudah melanggar aturan yang ada di TNI.

“TNI dalam Pilkada haruslah bersikap netral. Dan jika ada yang menemukan anggota saya di wilayah MPP, silahkan laporkan dan nanti akan kita proses sesuai aturan yang berlaku. Namun sebelumnya lihat dahulu kebenaran sang anggota tersebut apakah benar-benar mencalon atau tidak,” jelasnya.

Baca Juga :   Petani Karet di Modong Kabupaten PALI Banting Stir Usaha Gula Aren

Diakuinya bahwa politik TNI merupakan politik negara. Sehingga, siapapun yang saat ini menjadi kepala pemerintahan itu yang diikuti.

“Sesuai yang disampaikan oleh pimpinan kami, politik TNI adalah politik negara. Siapapun yang mengawal pemerintahan ini itu yang kita ikuti, apapun perintah dari kepala pemerintah, itu yang kita ikuti. Bisa saja seorang anggota mengikuti kontestasi politik, namun dirinya harus wajib mundur. Seperti ada kawan saya di Bengkulu, satu bulan sebelum penetapan calon sudah mundur karena sudah aturan,” sambungnya.

Baca Juga :   Ketua DPRD Agus Salam Bisa Terjerat Pidana Berlapis

Untuk di wilayah Muara Enim dan Prabumulih dikatakan Teady belum ditemukan anggotanya yang akan ikut pencalonan kepala daerah. (ans)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Masih Banyak Warga Lahat Tidak Gunakan Masker

Lahat, KoranSN Pandemi virus Corona (Covid-19) masih dianggap sesuatu hal yang tak serius oleh kebanyakan …