Toke Kopi di Pagaralam Tewas Ditembak Perampok

Toke Kopi di Pagaralam Tewas Ditembak Perampok
Ilustrasi (Foto-Net)

Pagaralam, KoranSN

Naas nasib dialami korban Darul Kutni (49), warga RT 03 RW 01 Bandar, Kelurahan Kance Diwe, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, meninggal dunia setelah ditembak perampok, Sabtu (6/8) sekitar pukul 02.30 WIB.

Kejadian itu bermula saat korban didatangi perampok berjumlah 7 orang menggunakan senjata dan mengendarai sepeda motor. Setelah berada di rumah korban, pelaku langsung mengepung dengan berbagi tugas, menjaga pintu masuk, mendobrak jendela dan semunya menggunakan penutup kepala.

Tiga pelaku langsung masuk menembak korban dan menyekap penghuni rumah serta menggeledah isi rumah untuk mengambil harta benda.

“Pelaku datang menggunakan sepeda motor sebanyak 7 orang, langsung mengempung rumah korban dengan berbagi tugas. Dua pelaku menjaga depan rumah, dua di pintu masuk dan tiga mendobrák pintu rumah,” kata Agustianto, kerabat korban.

Baca Juga :   Usai Eksekusi Sofyan, Akbar Otak Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online: Korban Masih Hidup Saat di Betung Kemudian Tewas di Perjalanan

Ia mengatakan, kemudian pelaku langsung menebak korban tiga kali di paha kiri kanan dan perut, sementara isteri korban dipukuli dan anaknya disekap.

“Warga tidak bisa mendekat karena pelaku langsung menembaki rumah dan tembakan dengan membabi buta,” ungkap dia.

Dia mengatakan, korban beberapa hari lalu baru saja diantar uang penjualan kopi dari toke Tanjung Sakti Rp 500 juta, dan itulah yang berhasil dibawa kabur perampok.

Sementara itu Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIK MH, didampingi Wakapolres, Kompol Ernawan, Kasat Reskrim, AKP Ramad Koesnedi S.Sos, dan Kapolsek Dempo Selatan, Iptu Sariyo, membenarkan terjadi perampokan yang menyebabkan korban Darul meninggal dunia dengan tiga luka tembakan yaitu di paha kiri dan kanan serta perut.

Baca Juga :   Penurunan Status Gunung Dempo Tunggu PVMBG

“Warga tidak dapat membantu karena pelaku menggunakan senjata api semua. Ditambah lagi pelaku langsun menembakan senjata dan mendobrak pintu rumah korban dan mengambil uang Rp 500 juta,” ungkap dia.

Dia mengatakan, saat ini polisi sudah melakukan identifikasi tempat kejadian perkara (TKP), rumah dan pintu yang dirusak termasuk alat mendobrak pintu kayu balok.

“Kita sudah amankan barang bukti 10 selongson peluru, balok kayu dan termasuk kamar tempat pelaku ambil uang,” ugkap dia. (asn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Konstruksi Perkara Staf Khusus dan Sespri Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan …