Transformasi Pertanian Rubah Bencana Jadi Kesejahteraan

Bupati HM Ilyas Panji Alam SE SH MM foto bersama Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan Pimpinan DPRD Ogan Ilir usai rapat paripurna. (foto-humas pemprov)

TEROBOSAN brilian Bupati Ogan Ilir (OI) untuk mentransformasi pertanian dari lahan tidur menjadi lahan produktif yang menghasilkan, dinilai merubah sebuah bencana menjadi kesejahteraan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam SE SH MM dalam sambutannya di Rapat Paripurna I DPRD kabupaten Ogan Ilir tahun sidang 2020 dalam rangka HUT kabupaten Ogan Ilir ke-16 di Gedung DPRD, Selasa (7/1/2019).

Dikatakan Ilyas, transformasi pertanian ini selain merubah sistem pertanian yang konvesional ke sistem peralatan yang serba modern, juga sebuah terobosan dalam mengatasi karhutlah yang selalu menjadi ancaman kesehatan lingkungan setiap tahunnya.

Baca Juga :   Lomba Garnis & Baca Surat Kartini di Lahat Meriah

“Harapan kami dengan terobosan ini petani mampu menghasilkan padi dengan baik, targetnya 42 ribu ton gabah kering di tahun 2020 ini,” ujarnya.

Selain itu, sambung Ilyas, di area pertanian nanti akan kita buat sedemikian rupa sehingga dapat menjadi tempat wisata dan pendestrian tempat bersantai.

“Semua itu nantinya pemerintah yang akan memfasilitasi, mulai dari peralatan berat sampai pengadaan pupuknya, masyarakat hanya bermodalkan niat dan kemauan,” tandasnya.

Ditambahkannya, dengan transformasi pertanian ini maka kita akan merubah sebuah bencana kebakaran lahan menjadi muara kesejahteraan bagi masyarakat.

Baca Juga :   Ragam Kegiatan Warnai Honda Fest di SMK Negeri 4

“Nantinya untuk menunaikan Haji dan umroh tidak lagi menjadi sebuah mimpi bagi petani, karena mereka sudah sejahtera dengan sistem pertanian yang baik,” paparnya.

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru dalam kesempatan itu mengatakan, sangat mendukung dan mengapresiasi program transformasi pertanian yang digagas Bupati OI.

“Transformasi pertanian dari konvensional ke sistem modern juga harus diawali pola pikir, selain alat yang serba modern petani juga harus berpikir dari buruh petani menjadi enterpreneur yang mempertimbangkan untung rugi, kapasitas, kualitas dan kuantitas hasil,” ujarnya. (man/adv)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bank Sumsel Babel Kurbankan 20 Ekor Hewan Kurban

SEBAGAI wujud rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT, pada perayaan Idul Adha 1441 H …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.