Selasa , Oktober 23 2018
Home / Gema Sriwijaya / Trotoar Jadi Lokasi Perdagangan, DKKP OKUT Usulkan Pasar Induk

Trotoar Jadi Lokasi Perdagangan, DKKP OKUT Usulkan Pasar Induk

Puluhan pedagang menggelar dagangannya di tepi trotoar. (foto/Khaerul)
Puluhan pedagang menggelar dagangannya di tepi trotoar. (foto/Khaerul)

Martapura, KoranSN

Hak pejalan kali secara tidak langsung sudah “dirampas” Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Pasar Martapura, Kelurahan Pasar Martapura, Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Pasalnya, los bongkar pasang untuk kegiatan jual beli pedagang yang dibangun persis di bibir trotoar sehingga membuat pejalan kaki kesulitan untuk berlalu lalang terutama saat pasar sore mulai di buka.

Pantauan SN, Rabu (2/11/2016), para pedagang ini dengan santainya meletakan barang dagangannya di trotoar jalan yang ada di depan los bongkar pasang mereka.

Kondisi ini juga membuat pasar terlihat semrawut, pengunjung pasar pun kesulitan melintas dan terpaksa melewati jalan aspal untuk mencari barang yang diinginkan, dampaknya ruas jalan menyempit.

Kondisi ini makin diperparah setelah sebagian bahu jalan dijadikan lahan parkir sepeda motor menjadikan kendaraan roda empat, tidak bisa lagi melintas yang menyebabkan kemacetan.

“Setahu saya sudah lama kondisi ini terjadi. Demikian diduga kuat ada Oknum dari pegawai Dinas Kebersihan dan Keindahan Pasar sengaja memperbolehkan dan mengkaplingkan lahan yang ada atas ditrotoar tersebut. Harapan kita sebagai warga dan pengunjung pasar, seharusnya trotoar ini di fungsikan sesuai peruntukan. Sehingga pengunjung pasar terasa nyaman. Kalau seperti ini kita ngeri-ngeri, melintas, takut ditabrak kendaraan,” kata seorang pengunjung yang enggan namannya di sebutkan.

Baca Juga :   Anggota PPS di Empat Lawang Masih Kurang

Disamping itu, terlihat disepanjang jalan pasar itu terdapat sekitar belasan los bongkar pasang. Ukuran tidak terlalu besar, lebih kurang 2 meter x 1,5 meter.

Pedagang yang tidak mau disebut namanya mengaku, bagaimana tidak meletakan dagangan ke trotoar. Sebab los yang mereka tempati keberadaanya di dalam pasar tradisoal dengan begitu pengunujung kurang berminat untuk berjalan kaki kedalam.

“Kecil los kami ni. Kalau tidak di trotoar di mana lagi kami meletakan barang dagangan. Lagian trotoar ini kan, lokasinya tepat di depan jalan jadi memudahkan pembeli dan tidak capek-capek lagi berjalan kedalam,” kata pedagang.

Sampai saat ini pedagang pernah ditegur oleh pengelolah pasar dan terus berupaya mengulangi lagi kegiatan tersebut.

Sementara Kepala Dinas Kebersihan, Keindahan dan Pasar (DKKP) OKU Timur Drs Elfian Syawal saat dikonfirmasi, mengaku sudah beberapa kali mengeluarkan surat peringatan ke pedagang di pasar baik secara tertulis dan lisan, baik ke pedagang dan Satuan Pol PP.

Baca Juga :   Belasan Rumah Warga di Desa Modong PALI Terancam Longsor

“Kita tidak bisa menghalangi orang untuk jualan, namun kita telah melakukan penertiban dan kita telah mengatur para pedangan, ini masalahnya kita keterbatasan lahan,” kata Elfian, Rabu (2/11/2016).

Terkait keluhan masyarakat dengan tidak bersihnya para pedagang yang berjualan di trotoar, pihaknya mengaku telah menghimbau kepada pedagang dan kita atur agar jangan sampai membuang sampah serta mengotori bangunan yang ada disekitar pasar.

“Kita telah mengakomodir jangan sampai pedagang menggangu pihak-pihak lain di sekitar pasar,” katanya.

Terkait adanya pungli, Elfian juga membantah jika uang yang diambil dari pedagang itu adalah uang retribusi kebersihan dan restribusi sampah yang telah sesuai dengan Peraturan Daerah OKU Timur. Pihaknya juga kini masih mengkaji tentang usulan pembuatan pasar induk.

“Kita masih keterbatasan lahan, dan kedepan DKKP telah mengusulkan akan dibuat pasar induk, kini masih dalam pengkajian oleh pihak pihak terkait,” pungkasnya. (erl).

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Anton Wijaya

Anton Wijaya

Lihat Juga

Petani Banyuasin Ramai Ramai Ikut Asuransi

Banyuasin, KoranSN Masyarakat petani di Kabupaten Banyuasin mulai ramai-ramai membuat kartu Asuransi Usaha Tani Padi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!