Tunggakan BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 40 M

Drs Erisfa.
Drs Erisfa.

Palembang, KoranSN

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Palembang mencatat tunggakan para peserta BPJS di Kota Palembang hingga kini mencapai Rp 40 miliar, terhitung sejak para peserta mendaftarkan diri.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Palembang, Drs Erisfa, saat melakukan sosialisasi di ruang rapat Parameswara kantor Setda Palembang, Rabu (19/10/2016).

Menurut Erisfa, tunggakan tersebut justru didominasi perusahaan-perusahaan besar. Oleh karena itu, pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi ke masayarakat guna menyampaikan pentingnya BPJS dalam ketenagakerjaan.

“Untuk yang pertama ada sekitar 11 perusahaan dan laporan kedua ada sekitar 24 perusahaan yang kita laporkan ke kejaksaan sejak Agustus terkait beragam kasus, termasuk yang menunggak pembayaran, jadi totalnya ada sekitar 35 perusahaan,” katanya.

Selain itu, pihaknya mencatat masih banyak perusahaan serta instansi pemerintahan yang belum mendaftar BPJS ketenaga kerjaan. Hal ini bisa disebabkan karena perusahaan yang membandel ataupun kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat.

Sebagai bentuk wadah dan agen penyebar informasi, pihak BPJS hingga kini sudah berupaya untuk melakukan sosialisasi. Terdata sejak periode Januari hingga September 2016 ini, BPJS ketenagakerjaan sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 182 miliar untuk membayar jaminan para peserta BPJS yang meninggal akibat sakit ataupun kecelakaan.

Baca Juga :   Wako Harap Asap Pusri Tak Ganggu GMT

“Jika tahu ada yangg belum menjadi peserta, kami akan beri teguran hingga 2 kali, kalau diperingatan kedua tetap tidak digubris kami kunjungi kantornya untuk memastikan ada atau tidak perusahaan yang dimaksud. Terakhir jika sudah dikunjungi tetap tidak menuruti aturan, ya terpaksa kita serahkan ke pihak kejaksaan,” ulasnya.

Dia menjelaskan, sesuai ketentuan dari peraturan Pemerintah pusat, BPJS ketenagakerjaan wajib dimiliki oleh setiap perusahaan ataupun instansi pemerintahan yang non PNS guna menjamin perlindungan setiap pekerja yang dipekerjakan.

“Kalau tidak didaftarkan, yang dirugikan dalam hal ini jelas para pekerja. Sementara untuk pesertanya sendiri, belum sampai 50 persen dari total jumlah penduduk Palembang sekitar 1,7 jiwa, yang wajib memiliki BPJS baru sekitar 500 ribu yang mendaftar,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS ketenagakerjaan memberikan sejumlah santunan kepada wali dari peserta BPJS yang meninggal berupa yang tabungan dan santunan.

“Total dana yang diterima oleh wali peserta BPJS pada hari ini (kemarin) bermacam-macam, tadi ada Ibu Nurbaya merupakan warga Kertapati yang suaminya meninggal karena sakit sebesar Rp 40 juta, ada juga wali dari Hazidin menerima Rp 53 juta serta Ahmad Pernadi ahli wali dari istrinya menerima Rp 74 juta. Dimana ketiganya ini merupakan wali dari pasangannya yang meninggal karena sakit,” pungkasnya.

Baca Juga :   Danrem 044/Gapo Tutup Status Siaga Darurat Asap Akibat Karhutla

Sementara itu, Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Palembang, Agus Kelana menambahkan, sosialisasi ini akan dilakukan dalam dua hari. Manfaat memiliki BPJS ketenagakerjaan ini dapat mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu.

“Intinya memberikan kompensasi dan jaminan bagi tenaga kerja yg mengalami kecelakaan selama jam kerja hingga pulang kerumah. Selain itu yang sakit juga mendapatkan santunan,” ujarnya, usai membuka sosialisasi. (tya)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

15 Ribu Pelanggan Masuk Daftar Tunggu PDAM

Palembang, KoranSN Guna memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih yang masih belum tercukupi, Perusahaan Air Minum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.