Home / Gema Sriwijaya / Unjuk Rasa di Halaman Pemkab Lahat Ricuh, 2 Orang Sempat Diamankan

Unjuk Rasa di Halaman Pemkab Lahat Ricuh, 2 Orang Sempat Diamankan


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Suasana Aksi demo di halaman Pemkab Lahat.(foto-robby/koransn)

Lahat, KoranSN

Aksi demo di halaman Pemkab Lahat, Senin (13/5/2019) berujung ricuh. Pasalnya, ada dua kelompok yang melakukan unjuk rasa dengan mengusung tema yang berbeda, yakni demo tentang lahan parkir dan demo permasalahan gajah di Lahat.

Terkait kerusuhan yang terjadi di halaman Pemkab Lahat, awak media Suara Nusantara langsung mengkonfirmasinya dengan Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap.

Kapolres menjelaskan, ada dua aksi demo hari ini di Lahat, yang pertama adalah demo terkait masalah parkir di lahat. Terkait hal ini, pihaknya sudah beberapa kali melakukan mediasi bersama di Mapolres Lahat antara pihak Dishub dan kedua belah pihak yang berebut lokasi parkir.

Namun, dengan terbitnya surat keputusan dari Dishub yang diberikan ke salah satu pihak yang tadinya berebut lahan parkir, maka hanya ada satu pihak
yang diberikan tanggung jawab terkait parkir tersebut.

“Kami tetap berupaya membatu menyelesaikan permasalahan tersebut, tapi selalu mentok. Karena satu pihak bersikeras tidak mau pindah. Sedangkan Dishub sudah melakukan upaya untuk memberikan tawarkan lokasi lain,” ujar Kapolres.

“Tentunya kita harus mendukung keputusan ini dan kami berharap massa aksi dapat menerima dan menunggu Pemda melakukan evaluasi terhadap keputusan ini,” tambah Kapolres.

Baca Juga :   Resmi Dilantik, Ofi-Ilyas Fokus Benahi Ekonomi Masyarakat OI

Selanjutnya, Kapolres juga menghimbau agar kedua belah pihak tidak melakukan hal yang bertentangan dengan hukum.

“Lakukan pendekatan yang baik kepada Pemda. Kami berharap tidak ada aksi melawan hukum. Bahkan dalam aksi tersebut, bupati telah menerima para demonstran lahan parkir untuk mediasidan mencari solusi. Artinya, sudah ada niat baik Pemda Lahat untuk membantu masalah lahan parkir, dan ini harus diapresiasi,” jelas kapolres.

Lebih Jauh Kapolres menjelaskan, sedangkan untuk demo permasalahan Pusat Latihan Gajah (PLG). Massa aksi menuntut pengembalian gajah di Lahat oleh KPLS (Komunitas Peduli Lembah Serelo).

“Untuk demo pengembalian gajah ini, kami sudah melakukan mediasi. Sebelumnya, mediasi antara warga Desa Padang dengan PLG (Pusat Latihan Gajah) terkait batas wilayah PLG. Hari ini demo KPLS, Semua kita terima dan mediasi,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya sebagai aparat hukum sangat mendukung dengan selalu menengahi masalah ini.

“Apalagi, ini merupakan tanah negara yang dilindungi oleh Undang-Undang Kawasan SDA dari Kementerian Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Lebih jauh diungkapkan Kapolres, awalnya demo berjalan dengan lancar tertib dan aman, selanjutnya pendemo memaksa ingin bertemu bupati. Namun dikarenakan saat itu Bupati Lahat masih menerima pendemo masalah lahan parkir maka terjadilah kerusuhan tersebut.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini, pendemo terus memaksa. Pihak Polres memberikan kesempatan beberapa perwakilan untuk melihat dan memastikan bupati masih mediasi dengan massa dari aksi demo lahan parkir di offroom. Namun mereka tetap minta semuanya masuk, sehingga pihak kita bertahan dan melarang pemdemo masuk,” kata Kapolres menyayangkan hal itu terjadi.

Baca Juga :   Bupati Muara Enim Resmikan Puskesmas Tanjung Raya

Aksi dorong mendorong pun terjadi. Akhirnya, demo dibubarkan oleh petugas. Bahkan polisi sempat mengamankan dua orang terkait kejadian itu.

“Memang ada yang sempat kami amankan. Tapi bukan ditangkap. Ini hanya bertujuan untuk mengamankan agar tidak bentrok. Karena di lokasi yang sama, dan karena ada beberapa masyarakat yang menentang kegiatan demo tersebut. kami tidak mau nanti terjadi bentrok antara massa pendemo dengan yang menolak demo,” urainya.

Hasil penelusuran awak media lebih jauh, dua orang yang diamankan dalam aksi tegang tersebut saat ini sudah diperbolehkan pulang.

Kapolres menambahkan, ia menghimbau siapapun yang menggunakan haknya berunjuk rasa silahkan jalankan dengan tertib dan ikuti aturan mengemukakan pendapat di muka umum.

“Hal ini sudah diatur sesuai UU No.09 Tahun 1998. Kami akan memfasilitasi bahkan akan mengawal agar dapat berjalan dengan baik, tentunya dengan pertibangan tidak mengganggu kepentingan umum. Polri punya wewenang untuk membubarkan apabila melanggar aturan, mengganggu kepentingan umum apalagi mengarah kepada anarkis,” tegas Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap dalam himbauannya. (rob)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Enam Cabor Tradisional Bakal Meriahkan Peda KTNA XIII di Muba

Sekayu, KoranSN Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.