Home / Headline / Unjuk Rasa Tolak Tindakan Represif  Anggota Polisi di Polda Sumsel Diwarnai Aksi Dorong-dorongan

Unjuk Rasa Tolak Tindakan Represif  Anggota Polisi di Polda Sumsel Diwarnai Aksi Dorong-dorongan

Kapolda Sumsel saat menerima massa aksi yang menggelar unjuk rasa di depan Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Ratusan mahasiswa di Kota Palembang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumsel Peduli Demokrasi, Jumat (24/5/2019) menggelar unjuk rasa di depan Polda Sumsel.

Dalam aksi tersebut para mahasiswa hendak menemui Kapolda Sumsel untuk menyampaikan tuntutan mereka, yang diantara; menolak keras tindakan represif pihak kepolisian terhadap massa aksi di Jakarta serta menuntut pemerintah yang melakukan pemblokiran media sosial.

Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB tersebut sempat memanas dan diwarnai aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan petugas kepolisian yang berjaga di depan gerbang Polda Sumsel. Hal tersebut dikarenakan massa berusaha menerobos masuk ke dalam Polda Sumsel untuk menemui Kapolda Sumsel.

Melihat aksi mulai memanas, membuat petugas kepolisian melakukan pertemuan dengan beberapa perwakilan massa aksi untuk bernegosiasi hingga akhirnya aksi dorong-dorongan dihentikan. Meskipun demikian, massa tetap bertahan di depan gerbang Polda Sumsel melakukan orasi dan meminta agar Kapolda Sumsel keluar menerima para mahasiswa.

Baca Juga :   Warga 30 Ilir Tertangkap Usai Mencuri Rokok dan Uang Rp 2 Juta

Setelah berjam-jam melakukan orasi, akhirnya sekitar pukul 16.10 WIB Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara keluar menerima massa aksi.

Dikatakan Kapolda, jika dirinya mengapresiasi tuntutan para mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di depan Polda Sumsel.

“Saya apresiasi ujuk rasa ini dan tuntutan adik-adik mahasiwa, Insyallah akan saya sampaikan. Dimana ada dua tuntutan, yang pertama meminta agar polisi tidak bertindak represif. Untuk tuntutan ini saya kira polisi saat ini sudah profesional, modern dan terpercaya walaupun demikian mungkin ada akses yang jadi catatan,” katanya.

Masih dikatakannya, kemudiaan untuk tuntutan kedua yakni masalah pemblokiran media sosial. Tentunya tuntutan ini juga akan diteruskannya ke  Jakarta.

“Sekali lagi saya mengapresiasi, saya kira tadi unjuk rasa ini kontennya tentang Pemilu ternyata tidak, dari itu saya mengapresiasinya. Jadi semua tuntutan adik-adik mahasiwa saya terima dan akan saya sampaikan ke pusat di Jakarta,” tandas Kapolda.

Sementara itu Koordinator Aksi, Dedy Gusro mengungkapkan, massa aksi yang melakukan unjuk rasa di depan Polda Sumsel merupakan gabungan  mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di Kota Palembang.

Baca Juga :   Sriwijaya FC Setujui Kontrak Dengan PT Tanjungenim Lestari Pulp dan Paper

“Kami melakukan aksi ini menuntut tindakan represif kepolisian kepada mahasiwa, ulama dan orang tua kami yang turun melakukan aksi di Jakarta hingga massa aksi di Jakarta terkendala dengan tindakan represif kepolisian,” kata mahasiswa Universitas PGRI Palembang ini.

Menurutnya, dengan digelarnya unjuk rasa tersebut pihaknya menuntut Kapolda Sumsel agar menyurati Kapolri dan Kementerian Hukum dan Ham guna menyampaikan terkait tindakan represif anggota polisi di Jakarta yang harusnya tidak dilakukan terhadap massa aksi.

“Dari hasil koordinasi kami dengan teman-teman mahasiswa yang ada di pusat, memang saat ini mahasiswa di sana (Jakarta) tidak ada yang terlibat bentrok fisik. Namun kami melihat sejauh ini belum ada tindakan dari Kapolda Sumsel untuk melindungi teman teman kami dan warga Sumsel yang ke Jakarta. Selain itu, dalam aksi kami di depan Polda Sumsel ini, kami baru diterima Kapolda Sumsel di detik-detik akhir unjuk rasa,” tandasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kapolda Sumsel: Tindak Tegas Korporasi dan Perorangan Pembakar Lahan

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli, Rabu (18/9/2019) menegaskan, jika Polda Sumsel pasti menindak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.