Unsri Hanya Menerima 20% dari Jumlah Pendaftar

Presscon unsri – Rektor Unsri, Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE (tengah) didampingi Wakil Rektor Unsri, Prof Zainuddin Nawawi PhD (kanan) dan Ketua Panlok SNMPTN, Prof Dr Ir Zulkifli Dahlan MSi DEA saat memberikan keterangan pers tentang kesiapan SBMPTN di Gedung KPA Unsri Bukit Besar Palembang, Senin (15/5/2017). (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, koranSN

Universitas Negeri Sriwijaya (Unsri) hari ini, Selasa (16/5/2017) melakukan tes Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNPTN) yang diikuti 20.824 calon mahasiswa dari berbagai daerah bukan hanya dari Sumatera Selatan. Dari jumlah pendaftar Unsri hanya meluluskan paling banyak 20%. hal tersebut dilakukan untuk menjaga Rasio penerimaan sesuai aturan Pemerintah Pusat. Hal ini disampaikan Rektor Unsri Prof Anis Saggaff di dampingi Wakil Rektor (Warek) Bidang Kurikulum Akademik Prof Zainudin Nawawi dan Ketua Panitia penerimaan mahasiswa baru Prof Zulkifli Dahlan saat Press Confrence di Kampus Unsri Kawasan Bukit Palembang, Senin (15/5/2017).

Prof Anis Saggaff mengatakan, inilah yang dinamakan perluasan akses, jadi apa yang diminati calon mahasiswa bisa tersalurkan melalui tes PTN, Unsri sendiri tidak pernah menerima 100% dari total pendaftar, Unsri hanya mengambil 15 sampai dengan 17%, jadi paling banyak 20% dari seluruh pendaftar, sehingga 80% nya bisa dikelola oleh Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Jadi tidak benar bahwa ada isu Unsri menerima seluruh mahasiswa, karena kita menjaga rasio penerimaan, kalau rasionya jelek maka Unsri akan diblok akreditasinya,” jelasnya.

Ia melanjutkan, ada dua kelompok tes yang diujikan yakni Computer Beast Test (CBT) dan Paper Baest Test (PBT), dari CBT ada peningkatan dari tahun kemarin, peningkatannya cukup signifikan karena keinginan dari Pemerintah Pusat kedepan seluruhnya harus menggunakan CBT.

Baca Juga :   Pemkot Palembang Mendadak Ramai

“Peningkatannya 50% dari tahun kemarin, dari 80 sekarang menjadi 120 komputer, sesuai program dari pemerintah pusat CBT akan terus ditambah, karena proses transfer data jauh lebih efektif tidak perlu lagi membawa berkas,” ungkapnya.

Ditambahkan Prof Anis Saggaff, areal yang dipakai untuk tes mencakup empat Kecamatan dipakai, yakni hampir semua wilayah Bukit, Demang Lebar Daun, Jalan Sudirman dan kawasan Sekip.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pimpinan lembaga karena memperbolehkan lokalnya dipakai untuk tes penerimaan calon mahasiswa baru, ini merupakan bentuk kebersamaan yang kita lakukan di Sumsel, karena tidak ada satupun sekolah yang menolak untuk dipakai,” tuturnya.

Masih kata Anis, perjokian pasti terjadi setiap tahun, namun khusus di Sumsel tidak pernah terjadi separah yang ada di daerah lain, jadi pihaknya berharap tidak ada kejadian tersebut terulang kembali.

“Apabila ketahuan ada yang menggunakan joki akan kita tangkap dan kita serahkan langsung ke Polda, karena ini perguruan tinggi dan hasilnya dengan sejujur-jujurnya,” tegasnya.

Sementara, Warek Bidang Kurikulum Akademik Prof Zainudin Nawawi menambahkan para pesrta ujian tidak diperbolehkan membawa barang apapun kedalam ruang ujian, diperbolehkan hanya membawa ijazah, pensil dan kartu identitas. Hal ini dilakukan guna mengurangi kecurangan yang selama ini sering terjadi.

Baca Juga :   Berbagai Obyek Foto Jadi Rebutan Selfie

“Para Peserta juga harus datang minimal 15 menit sebelum ujian dimulai, apabila telat dari 15 menit tidak akan diperbolehkan mengikuti ujian,” Jelas Zainudin.

Ia melanjutkan, ada tiga kategori jurusan yang banyak diminati calon mahasiswa yaitu, jurusan Managemen, Akuntansi, dan Kedokteran, sementara ada 260 peserta yang mengikuti ujian Penjasorkes.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Penerimaan mahasiswa baru Prof Zulkifli Dahlan menuturkan, pendistribusian soal ujian berada di gedung Graha Universitas Sriwijaya, soalnya akan dikirim mulai pukul 05.30 WIB dengan dikawal pihak kepolisian.

“Kita akan bekerja sama dengan pihak kepolisian demi mengurangi kemacetan di beberapa titik rawan, ada tujuh titik yang kita anggap rawan kemacetan dan setiap dititik itu akan di jaga dua anggota Polantas jadi akan ada 14 anggota Polantas untuk menjaga titik rawan tersebut,” tandasnya. (rgn)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Cegah Penyebaran Covid-19, Feby Deru Bagi-bagi Face Shield ke Tiga Pasar Tradisional

Palembang, KoranSN Setelah beberapa waktu lalu membagikan face shield (perisai wajah/tutup muka) ke sejumlah pasar …