Home / Lacak / Unsur Pidana Dugaan Penipuan Abu Tours Palembang Terpenuhi, Pimpinan Kantor Cabang & Isteri Bisa Dipidana

Unsur Pidana Dugaan Penipuan Abu Tours Palembang Terpenuhi, Pimpinan Kantor Cabang & Isteri Bisa Dipidana

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (Foto-Dok/Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menegaskan, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Sumsel diketahui jika unsur pidana dugaan penipuan keberangkatan umroh Abu Tours Cabang Palembang terpenuhi.

Menurut Kapolda, hal tersebut lantaran aset Abu Tours di Palembang berupa kantor cabang dibeli menggunakan uang keberangkatan umroh yang disetorkan oleh para calon jamaah.

“Jadi, aset Abu Tours di Palembang dibeli menggunakan uang calon jamaah umroh bukan dari keuntungan usaha tersebut. Sedangkan untuk penyitaan aset, nanti dengan sendirinya akan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel),” katanya.

Diungkapkan Kapolda, karena dugaan pindananya memenuhui unsur maka Pimpinan Abu Tours Cabang Palembang, Ridwan serta isteri bisa dikenakan pindana sesuai Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP tentang ikut serta melakukan tindak pidana penipuan.

“Namun untuk proses hukumnya nanti akan berjalan dengan sendirinya, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel,” tegas Kapolda.

Lanjut Kapolda, sedangkan untuk penyitaan aset Abu Tours di Palembang nantinya akan dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel. Sebab, penanganan dugaan kasus ini sudah dilimpahkan Polda Sumsel ke Polda Sulsel di Makassar.

Pelimpahan penanganan dugaan kasus ini ke Polda Sulsel berdasarkan petunjuk dari Bareskrim Polri, ini dilakukan mengingat kantor pusat Abu Tours berada di Makasar. Dari itulah, berkas hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Sumsel kini sudah diserahkan kepada penyidik Polda Sulsel.

“Dalam dugaan kasus ini TKP (Tempat Kejadian Perkara) banyak, ada di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk itulah dari petunjuk Bareskrim, penanganan dugaan kasus ini ditarik Polda Sulsel,” ungkap Kapolda.

Sementara Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro menambahkan, adapun aset milik Abu Tours di Palembang yakni, Kantor Cabang Abu Tours di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang dan satu unit mobil oprasional kantor.

“Untuk penyitaan aset tersebut nantinya akan dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel. Sejauh ini penyitaan belum dilakukan dan kami dari Polda Sumsel nantinya akan mendampingi tim Polda Sulsel untuk melakukan penyitaan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Aliansi Mitra Agen dan Jamaah Sumsel, Edi Wibowo, Minggu (15/4/2018) mengatakan, Kantor Abu Tours Palembang saat ini masih ditutup oleh pihaknya. Hal ini dilakukan lantaran dirinya masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membuka kantor serta mengembalikan semua paspor calon jamaan yang belum diberangkatkan.

“Kami melakukan ini karena tidak ada lagi pihak dari Abu Tours yang mau mengurus para calon jamaah yang belum diberangkatkan. Apalagi, perwakilan Abu Tour Pusat, Pak Akbar sudah tidak ada lagi di Palembang. Untuk itulah kami, Aliansi Mitra Agen dan Jamaah yang akan mengembalikan paspor para calon jamaah. Jumlah paspor-nya ada sekitar 6000, maka sejumlah tersebutlah calon jamaah di Sumsel yang belum diberangkatkan umroh,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, para calon jamaah yang tidak diberangkatkan umroh karena saat ini Abu Tours tidak memiliki uang lagi untuk memberangkatkan calon jamaah.

“Abu Tours sudah tidak ada uang lagi, jadi siapa yang mau mengganti uang calon jamaah yang belum diberangkatkan. Sekarang keadaannya sudah seperti ini, jadi kami ikhlas, semoga Allah mengganti uang kami, Aamiin,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya. Perwakilan Abu Tours pusat, Andi Akbar Hasban, mengatakan, jika dirinya sudah putus komunikasi dengan pihak Abu Tours pusat di Makassar hingga dirinya mengaku tidak bisa memberangkatkan ribuan calon jamaah umroh di Sumsel yang tidak mengikuti maklumat atau menambah uang keberangkatan senilai Rp 15 juta.

Bahkan menurutnya, saat ini dirinya sudah meninggalkan Kota Palembang dan sudah berada di Jakarta. Dirinya meninggalkan kantor Abu Tours Cabang Palembang lantaran ia menilai tugasnya sudah selesai.

“Selama di Palembang saya hanya memback-up memberangkatkan sekitar 1.200 calon jamaah umroh yang mengikuti maklumat Abu Tours. Sedangkan untuk ribuan calon jamaah yang tidak mengikuti maklumat dan tidak diberangkatkan saya tidak tahu lagi, karena saya sudah putus komunikasi dengan kantor Abu Tours Pusat sejak pimpinan Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba ditahan oleh Polda Sulsel,” ujarnya.

Untuk diketahui, Senin sore (12/2/2018) penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.

Pemasangan garis polisi dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57), warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel telah melakukan penggeladahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik berisikan berkas guna kepentingan penyelidikan. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Polda Sumsel Geledah dan Segel Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, Jumat (22/6/2018) menggeledah lalu ...

error: Content is protected !!