Minggu , Oktober 21 2018
Home / Gema Sriwijaya / Usai Didemo Warga, PT BP Tetap Beroperasi Seperti Biasa

Usai Didemo Warga, PT BP Tetap Beroperasi Seperti Biasa

Aktivitas tambang batubara di PT BP sedang beroperasi. (foto-robby/koransn.com)

Lahat, KoranSN

Pasca didemo warga Desa Muara Lawai, aktivitas perusahaan tambang batubara PT BP (Banjarsari Pribumi) di Kabupaten Lahat, Kamis (11/10) kembali beroperasi seperti biasa. Demikian dikatakan Tofan Foreman Landcomp selaku perwakilan dari PT BP.

Menurutnya, jika semua kegiatan tambang di perusahaan berjalan normal tanpa ada kendala.

“Semua berjalan aman dan kondusif,” katanya saat dikofirmasi melalui via Whatapp.Masih dikatakannya, setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan warga maka semuanya baik-baik saja dan tidak ada kendala apapun. Kedepan dirinya berharap agar tidak ada lagi unjuk rasa dari warga setempat.

“Bila ada kendala mari dibicarakan secara baik-baik melalui komunikasi,” tandasnya.

Hal serupa juga dikatakan Kapolsek Merapi Barat, AKP Herli Setiawan SH MH. Dikatakannya jika keadaan di PT BP pasca unjuk rasa sudah kondusif dan aman bahkan aktivitas tambangpun berjalan normal tanpa kendala.

“Kami tetap melakukan monitor di lapangan, untuk menjaga keadaan kondusif, tentunya hal ini memang harus kami ciptakan untuk kenyamanan masyarakat,” tegas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, tambang batubara PT BP, Rabu pagi (10 /10/2018) didemo oleh masyarakat Desa Muara Lawai. Unjuk rasa yang digelar massa di lokasi IUP PT BP ini terkait masalah sengketa batas tanah.

Baca Juga :   Ribuan Motor Honda Tiger Banjiri Kota Sukabumi

Pantauan Suara Nusantara, sebelum melakukan unjuk rasa awalnya massa berkumpul di salah satu rumah makan yang berada di Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur. Aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh Ketua BPAN-AI (Badan Penelitian Aset Negara – Aliansi Indonesia), Ust. M Kanda Budi Setiawan S.PdI SH.

Selanjutnya, pukul 09.30 WIB rombongan massa bergerak menuju lokasi Pos Security PT BP. Setiba di lokasi, massa langsung memasang plang merk larangan kepada PT BP untuk melakukan aktivitas penambangan.

“Ini merupakan tanah Ulayat Desa Muara Lawai yang bersengketa batas dengan Desa Banjarsari yang berlokasi diantara Rimbe Medang,” ujar massa sambil bicara serentak.

Tidak hanya melakukan pemasangan plang merk larangan, massa juga berorasi menyampaikan tuntutan dan penyataan sikap kepada pihak perusahaan.

Adapun tuntutan massa aksi diantaranya; (1.) Meminta PT BP menghentikan aktivitas penambangan di lahan yang merupakan lahan Ulayat Desa Muara Lawai seluas 75 hektar, karena belum ada proses ganti rugi. (2.) Mendesak Bupati Lahat untuk memediasi penyelesaian ganti rugi lahan masyarakat Desa Muara Lawai. (3.) Jika dalam batas waktu 7 hari tidak ada realisasi atas tuntutan, maka masyarakat akan menduduki lokasi dan menutup paksa operasional tambang.

Baca Juga :   Sepanjang 2016, Warga Miskin di Muba Turun 5 Ribu Orang

Aksi unjuk rasa ini tidak berlangsung lama, setalah melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Selain itu, pihak perusahaanpun melakukan pendekatan secara komunikatif dengan warga yang melakukan unjuk rasa hingga massa akhirnya membubarkan diri.

Kapolsek Merapi Barat, AKP Herli Setiawan SH MH mengatakan, aksi unjuk rasa Aliansi Indonesia bersama masyarakat Muara Lawai ini bertujuan untuk mendorong Pemda Lahat agar segera menyelesaikan permasalahan sengketa batas wilayah antara Desa Muara Lawai dan Desa Banjasari yang masuk dalam IUP PT BP.

“Kami melakukan pengamanan dalam kegiatan aksi unjuk rasa tersebut, tentunya agar semuanya aman dan kondusif, kami juga melakukan kordinasi kepada Aliansi Indonesia, Kades Muara Lawai, Kades Banjarsari serta pihak Pemerintah Kecamatan Merapi Timur agar semuanya aman terkendali. Tidak ada kendala dalam unjuk rasa tersebut, semua berjalan aman dan PT BP juga masih beroperasi secara normal,” kata Kapolsek saat itu. (rob)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Polres Lahat Apresiasi Kaum Disabilitas Keliling Nusantara

Lahat, KoranSN Salut adalah kalimat yang tepat dan patut disematkan kepada Bibit Wahyudianto, pria asal ...

error: Content is protected !!