Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / Usai Dimutilasi Prada Deri Pramana, Motor Fera Dijual Untuk Ongkos ke Serang Banten

Usai Dimutilasi Prada Deri Pramana, Motor Fera Dijual Untuk Ongkos ke Serang Banten

Rafida pemilik toko tas usai memberiksan kesaksian. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Oditur Pengadilan Militer I-04 Palembang, Mayor Chk Darwin Butar Butar SH dan Mayor Chk Andi Putu SH, Selasa (13/8/2019) membacakan BAP pemeriksaan dua saksi yang tidak hadir dalam persidangan kasus pembunuhan dan mutilasi korban Fera Oktaria (21), dengan terdakwa Prada Deri Pramana.

Kedua saksi tersebut yakni saksi Dodi yang merupakan paman dari terdakwa Prada Deri Pramana dan teman saksi Dodi yaitu saksi M Hasanudin.

“Kami membacakan BAP kedua saksi ini di persidangan karena dari surat kepala desa tempat kedua saksi tinggal di Sungai Lilin, diketahui jika kedua saksi ini menghilang dan tidak diketahui keberadaannya,” ungkap Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar SH.

Saat membacakan BAP pemeriksaan saksi Dodi, Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar SH mengatakan, pada Kamis 20 Juni 2019 saksi Dodi sudah diperiksa di bawah sumpah oleh penyidik Pomdam.

“Saksi Dodi merupakan paman terdakwa karena menikahi bibi terdakwa. Dari keterangannya dalam pemeriksaan, saksi Dodi mengetahui terdakwa telah membunuh korban Fera karena usai membunuh terdakwa datang ke rumah saksi di Sungai Lilin lalu menceritakan pembunuhan tersebut,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, saksi Dodi juga memberikan kesaksian jika sepeda motor korban Fera yang dibawa oleh terdakwa dijualkan kepada seseorang yang tidak dikenal seharga Rp 3 juta.

“Saksi Dodi menjual sepeda motor korban bersama saksi M Hasanudin dan satu saksi yang meninggal dunia, yakni saksi Imam. Ketiga saksi ini menjual sepeda motor korban Fera seharga Rp 3 juta, lalu dari uang tersebut saksi Dodi mengambil Rp 700 ribu, dan sisanya diserahkan kepada terdakwa untuk ongkos ke Serang Banten,” ungkapnya.

Diungkapkannya, dalam kasus ini orang tua terdakwa Prada Deri Pramana juga telah diberitahu oleh saksi Dodi jika terdakwa sudah membunuh korban Fera.

Baca Juga :   Opat Dicecar 37 Pertanyaan

“Bahkan Dodi sempat mengambil uang Rp 1,5 juta dari ibu terdakwa untuk uang tambahan ongkos terdakwa ke Serang Banten. Bukan hanya itu, saksi Dodi juga mengaku sempat mendengar perkataan terdakwa yang akan memutilasi jenazah korban Fera dan memasukan potongan tubuh korban ke dalam plastik yang kemudian diletakan ke koper dan tas ransel. Namun saksi Dodi ketika itu diam saja, dan saksi juga menolak permintaan terdakwa yang sempat meminta parang dan golok untuk memutilasi jenazah korban,” paparnya.

Lanjutnya, saksi Dodi juga mengaku jika telah membuang handphone korban Fera yang dibawa terdakwa ke dalam bak truk yang ketika itu truk sedang melintas di jalan protokol.

“Selain itu, saksi Dodi juga ikut mengantarkan terdakwa Prada Deri Pramana berangkat bersama saksi M Hasanudin ke bus tujuan Serang Banten,” ungkapnya.

Dilanjutkan Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar SH, sedangkan untuk BAP hasil pemeriksaan saksi M Hasanudin, diketahui jika saksi sudah diperiksa di bawah sumpah oleh penyidik Pomdam pada Sabtu 22 Juni 2019.

“Dalam keterangannya saat diperiksa, saksi M Hasanudin menyampaikan jika saksi M Hasanudin ini diminta oleh saksi Dodi mengantarkan terdakwa ke tempat pengajaran agama guna mendalami ilmu agama. Dalam kesaksiannya, M Hasanudin juga menyampaikan jika ketika itu saksi Dodi mengatakan kalau terdakwa sedang ada masalah keluarga. Untuk itulah, saksi M Hasanudin mau mengatarkan terdakwa ke Serang Banten,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, dari hasil pemeriksaan BAP, saksi M Hasanudin pun mengaku diberikan uang sebesar Rp 1,5 juta oleh saksi Dodi untuk ongkos mengatarkan terdakwa ke Serang Banten.

“Setiba di Serang Banten, saksi Hasanudin mengantarkan terdakwa ke salah satu Padepokan untuk mendalami ilmu agama, setelah itu saksi meninggalkan terdakwa di Padepokan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :   Dua Kaki Wak Lan Perampok Toke Kopi Pagaralam Dilumpuhkan Timah Panas

Sementara Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Khazim mengungkapkan, pembacaan BAP pemeriksaan saksi yang tidak hadir dalam persidangan boleh dilakukan. Karena hal tersebut diatur dalam berita acara persidangan.

“Apalagi dari surat keterangan kepala desa untuk saksi Dodi dan saksi M Hasanudin ini, keduanya sudah tidak tinggal lagi di desa tersebut dan keduanya tidak diketahui keberadaannya sekarang. Maka dari itu BAP pemeriksaan kedua saksi dibacakan dalam persidangan,” tandas Hakim.

Dalam persidangan tersebut juga dihadirkan dua saksi ahli, yakni Kompol dr Mansuri selaku Ahli Forensik dan Letkol Ckm dr Hilary selaku ahli kejiwaan.

Kompol dr Mansuri saat memberikan keterangannya sebagai saksi ahli mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar dan dalam tubuh korban yang dilakukan pihaknya diketahui jika korban Fera tewas dengan kondisi mati lemas.

“Untuk penyebab tewasnya korban karena benturan benda tumpul di bagian kepala. Dimana akibat benturan ini membuat otak korban terjadi pendarahan dan pembuluh darah korban pecah hingga korban kekurangan oksigen. Hal ini terpekuat dengan darah di paru-paru korban yang berwarna merah gelap, yang menandakan korban kekurangan okesigen,” terangnya.

Masih dikatakannya, selain itu dirinya juga mendapati luka benturan benda tumpul di bagian bibir korban.

“Sedangkan untuk tangan yang dimutilasi, terpotong tangan bagian kanan hingga ke siku. Dari hasil pemeriksaan kami tangan ini dipotong usai korban meninggal dunia. Kemudian dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika korban tidak hamil,” terangnya.

Sedangkan Letkol Ckm dr Hilary selaku ahli kejiwaan saat memberikan keterangan di persidangan mengatakan, selama dua jam dirinya telah melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap terdakwa.

“Dalam pemeriksaan kejiwaan ini saya mewawancari terdakwa dan melakukan tes tertulis kepadanya. Hasilnya, terdakwa tidak ada gejala atau tanda-tanda ganguang jiwa. Dan dengan ini terdakwa saya nyatakan masih dalam batas normal,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Sumsel Terus Dalami Kasus Lahan Negara Hilang di Lahat

Palembang, KoranSN Hingga kini Kejati Sumsel masih terus mendalami dugaan kasus lahan yang hilang di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.