Home / Gema Sriwijaya / Banyuasin / Usai Diwisuda Perjalanan Santri Masih Panjang

Usai Diwisuda Perjalanan Santri Masih Panjang

Para tamu undangan yang hadir dalam acara wisuda purna santri Ponpes Sabilul Hasanah di Jalan Desa Purwosari Km 24 Kecamatan Sembawa Banyuasin. (Foto-Siryanto/Koransn)

Banyuasin, KoranSN

Pembantu Rektor I Unsri, Dr Ir A Muslim M.Agr menghadiri wisuda purna santri Ponpes Sabilul Hasanah di Jalan Desa Purwosari Km 24 Kecamatan Sembawa Banyuasin.

Menurut Muslim, para santri yang baru di wisuda, jangan berpuas terlebih dahulu karena perjalanan masih panjang untuk para santri.

“Seperti terminal, dimana terminal di setiap wilayah ada dan tidak pernah stop. Oleh karena itu, masih banyak pilihan atau tempat bagi para santri untuk mengabdi di negara yang merdeka ini,” katanya.

Masih dikatakannya, pada tahun 60-an masih banyak orang atau masyarakat menganggap jika selesai dari sekolah di Ponpes nantinya akan hanya dapat berperan kepada masyarakat kelas dua atau kelas tiga saja. Bahkan orang yang berasal dari Ponpes, tidak ada kapasitas untuk maju dalam memimpin masyarakat, bangsa dan negara.

“Itu dulu, sekarang zamannya sudah terbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, dengan zaman yang sudah terbuka ini, maka orang dari Ponpes dapat menjadi apa saja yang diinginkan.

“Menjadi menteri, profesor, dokter atau hal yang ia inginkan, tidak hanya berfokus pada menteri agama, guru ngaji,” jelasnya.

Kepada para santri ia juga mengatakan, jika perjuangan setelah di Ponpes jangan stop disini saja, tapi harus dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga, dapat mengamalkan ilmu yang didapatkan di Ponpes kepada masyarakat luas.

Sementara Pengasuh yang juga Pimpinan Ponpes Sabilul Hasanah, KH M Mudarris SM mengatakan, dirinya sangat bersyukur, karena banyak para pejabat dan ulama yang menyaksikan wisuda santri Program Madrasah Muallimin Mu’allimat Madrasah Tsanawiayyah dan Madrasah Diniyyah, sekaligus wisuda Tahfidz Qur’an tahun 2017-2018 M/ 1438-1439 H Ponpes Sabilul Hasanah.

Dijelaskannya, tahun ini santri yang diwisuda sebanyak 99 santri dari Madrasah Aliyah, 37 santri Muallimin Mu’allimat dan 11 Tahfidz Qur’an.

Diungkapkannya, para santri ini adalah calon-calon ulama yang telah menimpa ilmu di pondok pesantren, dididik 100 persen ilmu-ilmu agama dan diharapkan menguasai kitab kuning.

Ditambahkannya, pesantren memiliki peran efektif dalam pembentukan karakter manusiawi yang berciri khas, memiliki nilai-nilai ke Islaman melalui proses transformasi kitab kuning. Pendalaman agama melalui kitab kuning yang dikembangkan pesantren terbukti melahirkan ulama dan tokoh masyarakat, sehingga berpengaruh dalam pembangunan karakter masyarakat Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut, Calon Gubernur H Ishak Mekki, Calon Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, Perwakilan Kodam II Sriwijaya, Perwakilan Polda Sumsel, Kapolres Banyuasin, AKBP Yuda Markus Pinem, Asisten III Pemkab Banyuasin, Merki Bakri Ka Kemenag Banyuasin, Abadil SAg, tokoh masyarakat dan ratusan wali santr. (sir)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Dewan Rekomendasi 10 Catatan LKPJ Walikota

Lubuklinggau, KoranSN DPRD Kota Lubuklinggau, merekomendasikan dengan 10 cacatan strategis terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) ...

error: Content is protected !!