Usai Meloncat ke Sungai Musi, Warga Muara Enim Ditemukan Tewas di Pulau Burung Banyuasin

Tim Basarnas Palembang saat mengevakuasi jenazah Nixon Septa Pratama. (foto-Basarnas Palembang)

Palembang, KoranSN

Tim Basarnas Palembang, Selasa (20/3/2018) menemukan jenazah Nixon Septa Pratama (28), warga Desa Putak Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim yang sebelumnya hilang terbawa arus Sungai Musi usai meloncat dari Jukung MS Putri Agung, Minggu dini hari (18/3/2018) pukul 02.00 WIB.

Humas Basarnas Palembang, Dayu Willy mengatakan, korban ditemukan setelah sekitar tiga hari pihaknya melakukan pencarian dengan menyisir Sungai Musi.

“Hari ini, sekitar pukul 08.05 WIB jenazah korban telah ditemukan dengan kondisi tewas mengampung di Pulau Burung Muara Borang Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Masih dikatakannya, lokasi penemuan korban cukup jauh dari lokasi kejadian, hal ini dikarenakan saat tenggelam korban terbawa arus Sungai Musi yang deras.

“Kejadiannya kan di kawasan perairan 35 Ilir Palembang, sedangkan korban ditemukan di Pulau Burung Banyuasin. Jadi cukup jauh korban terbawa arus. Usai ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Nixon Septa Pratama (28), Minggu dini hari (18/3/2018) pukul 02.00 WIB nekat menceburkan diri dengan meloncat terjun ke Sungai Musi dari Jukung MS Putri Agung yang ia tumpangi.

Baca Juga :   Hibah KONI Disidik Kejagung Beda dengan Suap Kemenpora Ditangani KPK

Atas aksi dugaan bunuh diri ini, korban hilang terbawa arus sungai dan belum diketahui keberadaan.

Jenazah korban Nixon Septa Pratama saat dievakuasi Tim Basarnas Palembang ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Maryani (31), bibi korban mengatakan, sebelum korban melompat ke sungai, ia sempat melihat keponakannya membuka pintu Jukung. Melihat itu, dirinya sempat bertanya kepada korban mengapa membuka pintu jendela jukung.

“Ketika saya tanya, keponakan saya menjawab jika ia (korban) ingin muntah. Mendengar penjelasan korban, lantas saya kembali tidur di dalam jukung, namun tak lama kemudian secara iba-tiba korban tejun ke Sungai Musi sehingga terhanyut arus sungai yang saat kejadian sedang deras,” jelas Maryani.

Sementara Arsun (58), paman korban yang ikut melakukan pencarian di lokasi hilangnya korban menjelaskan, dirinya tidak tahu secara persis mengapa korban melompat ke Sungai Musi.

“Selama ini tidak ada masalah apa-apa. Tahu-tahu, saya dapat kabar dari keluarga yang ada di Palembang, jika keponakan saya ini terjun ke Sungai Musi,” terangnya.

Baca Juga :   KPK Menahan Tersangka Penyuap Mantan Bupati Cirebon

Sedangkan Kasat Polair Polresta Palembang, Kompol Cahyo Yudho Winarno membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pihak Sat Polair bersama Tim Basarnas Kota Palembang masih melakukan pencarian terhadap korban yang terjun dari dalam Jukung tersebut.

“Kami saat ini masih terus melakukan pencarian, doakan saja semoga korban segera cepat ditemukan,” kata Cahyo.

Menurutnya, tim pencarian diterjunkan sebanyak 46 petugas yang teridiri dari 7 personil tim rescue kantor percarian dan pertolongan Palembang, 4 personil dari Pos Pol Pangkalan Sandar 30 Ilir dan 5 personil dari Dishub Kota Pelembang. (ded/den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy …