Home / Lacak / Usman Dikasih Gelang Emas oleh Prampok Toko Emas Sayangan

Usman Dikasih Gelang Emas oleh Prampok Toko Emas Sayangan


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Tampak tersangka saat diamankan pihak kepolisian. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Usman (40), salah satu tersangka kasus perampokan Toko Emas Sinar Emas di Jalan Sayangan Pasar 17 Ilir Palembang yang ditangkap Sat Reskrim Unit Pidum dan Tekab Polresta Palembang, Kamis (20/9/2018) mengaku jika dirinya dikasih gelang emas oleh ‘M’ (DPO) usai mengantar menggunakan perahu ketek yang diseranginya.

Dikatakannya jika awalnya dirinya tidak menyangka jika ‘M’ adalah pelaku perampokan toko emas.

“Jadi mameng saat itu saya diminta tolong ‘M’, untuk mengatarkanya ke Dermaga 7 Ulu dengan perahu ketek saya serangi,” ungkapnya.

Masih dikatakan tersangka, setelah berhasil mengantar ‘M’ ke Dermaga 7 Ulu, kemudian ‘M’ naik bentor mengarah ke kawasan 12 Ulu di Kecamatan SU II.

“Di sanalah saya diberi gelang emas. Saya tidak tahu gelang itu dari mana. Hanya disuruhnya diam,” terangnya.

Menurut tersangka, setelah dua hari menerima gelang emas dari ‘M’, ia langsung menggadaikan gelang itu kepada tetangganya seharga Rp 700 ribu. Kemudian uangnya, digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Jadi saya tidak tahu dan tidak terlibat dengan perampokan itu. Saya memang biasa mangkal di Pasar 16 Ilir dan kerja di sana,” tutup tersangka.

Diberitakan sebelumnya, pelaku perampokan, Minggu (9/9/2018) pukul 09.30 WIB melakukan aksinya di Toko Emas Sinar Mas di Jalan Sayangan Nomor 164 Kelurahan 17 Ilir Kecamatan IT II Palembang. Dalam melancarkan aksinya, pelaku berhasil membawa gelang dan kalung emas senilai Rp 20 juta.

Baca Juga :   Candra Tewas Usai Dada dan Punggungnya Dibacok Celurit

Kapolsek IT I Palembang, Kompol Eddy Rahmat saat itu mengatakan, saat kejadian salah satu pelaku masuk ke dalam toko dan langsung memecahkan kaca etalase bagian depan menggunakan linggis sepanjang 60 Cm yang dibalut kain putih.

“Pelaku tanpa mengeluarkan ucapan apapun masuk ke dalam toko lalu memukul kaca etalase sebanyak tiga kali hingga kaca tersebut pecah. Setelah itu, pelaku memasukan tangan ke dalam etalase dan mengambil sejumlah emas. Sementara pemilik toko yang saat kejadian berada di dalam toko langsung melemparkan kursi ke arah pelaku,” katanya.

Masih dikatakan Kapolsek, usai dilempar kursi kemudian pelaku melarikan diri ke lorong yang ada di sekitaran lokasi. Saat kejadian pemilik toko sempat melakukan pengejaran hingga ke kawasan 16 Ilir namun korban tidak berhasil menangkap pelaku lantaran pelaku membawa senjata tajam jenis pisau.

“Dari keterangan saksi-saksi yang diperiksa, saat di kawasan 16 Ilir pelaku melarikan diri menyebrangi Sungai Musi dengan menumpangi perahu ketek menuju kawasan Dermaga 10 Ulu, setelah itu pelaku menumpangi becak. Dengan adanya perampokan ini, maka saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelakunya,” tandas Kapolsek.

Baca Juga :   Kecanduan Mabok Miras, Oknum Pelajar SMA Nekat Menjambret

Sedangkan Pemilik Toko Emas Sinar Mas, Ferry (33) mengatakan, saat kejadian di dalam toko sedang ada dirinya bersama ayahnya Djulijono (70). Tiba-tiba satu orang pelaku masuk ke dalam toko memecahkan kaca etalase tempat emas yang dipajang untuk dijual.

“Ketika pelaku memecahkan kaca etalase, saya dan ayah kaget sehingga saya mengambil kursi dan melemparkannya ke pada pelaku tersebut.

Setelah itu pelaku langsung kabur. Kejadian itu terjadi cepat sekali, bahkan sebelum kabur pelaku sempat mengambil sekitar 20 gram sampai 40 gram emas berupa gelang dan kalung senilai Rp 20 juta,” ungkapnya.

Menurutnya, saat kejadian dirinya sempat mengejar pelaku namun dikarenakan pelaku membawa senjata tajam jenis pisau sehingga membuatnya tidak berhasil menangkap pelaku.

“Saya bersama tukang parkir mengejar pelaku tapi pelaku itu membawa pisau sehingga kami tidak meneruskan pengejaran dan pelaku pun kabur ke kawasan dermaga Sungai Musi yang berada di 16 Ilir lalu pelaku menumpangi perahu ketek. Kalau jumlah perampok tersebut diduga dua orang. Sebab satu pelaku berperan masuk ke dalam toko dan memacahkan kaca etalase, sedangkan satu pelaku lagi berdiri di luar toko mengawasi situasi. Dari dua pelaku ini, untuk pelaku yang memecahkan kaca etalase tampak tangannya terluka terkena pecahan kaca,” ungkapnya. (den/ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Ketua Waria Palembang Digorok Usai Bercinta, Pelaku Tertangkap di Lubuklinggau

Palembang, KoranSN Muhammad Jagad (30), tersangka kasus pembunuhan Ketua Organisasi Waria Kota Palembang, yakni korban …