Selasa , Oktober 23 2018
Home / Lacak / Usut Dugaan Korupsi Lift BPKAD, Pejabat Pemkot Palembang Diperiksa Kejari

Usut Dugaan Korupsi Lift BPKAD, Pejabat Pemkot Palembang Diperiksa Kejari

Tampak Kantor BPKAD Palembang. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Sebanyak 32 saksi diantaranya pejabat Pemkot Palembang telah diperiksa jaksa penyidik Kejari Palembang terkait dugaan kasus korupsi pengadaan lift di kantor BPKAD Palembang tahun 2016. Demikian diungkapkan Kasi Pidana Khusus Kejari Palembang, Andi Adri Utama, Minggu (12/8/2018).

Menurutnya, pemeriksaan tersebut dilakukan belum lama ini, yang tujuannya untuk melengkapi berkas perkara tersangka ‘AR’ yang merupakan oknum PNS Pemkot Palembang dan tersangka ‘M’ selaku pihak rekanan.

“Kini berkas perkara kedua tersangka sudah lengkap atau tahap satu, dan sedang diperiksa kelengkapannya oleh jaksa penuntut umum (JPU). Jadi, dalam mengusut dugaan kasus ini, 32 saksi yang diantaranya pejabat Pemkot Palembang sudah kami lakukan pemeriksaan,” kata Andi saat dihubungi Suara Nusantara.

Masih dikatakan Andi, selain telah memeriksa para saksi, dalam mengungkap dugaan pidana korupsi perkara ini, pihaknya juga telah memeriksa tersangka ‘AR’ dan tersangka ‘M’.

“Dua kali ‘AR’ dan ‘M’ dilakukan pemeriksaan. Pada pemeriksaan pertama, keduanya diperiksa sebagai saksi, dan baru-baru ini keduanya kami periksa dengan status tersangka,” ujarnya.

Masih dikatakan Andi, pada pemeriksaan dengan status tersangka, untuk ‘AR’ diajukan banyak pertanyaan terkait proses pengadaan lift di kantor BPKAD Palembang.

“Hal ini dilakukan karena ketika dugaan kasus ini terjadi, tersangka ‘AR’ merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sehingga tersangka jelas mengetahui proyek pengadaan tersebut. Dimana dalam pemeriksaan yang dilakukan, ‘AR’ dicecar 33 pertanyaan oleh jaksa penyidik,” tegas Andi.

Baca Juga :   Bobol Rumah Kontrakan, Warga Tegal Rejo Dibekuk

Lebih jauh dikatakan Andi, karena perkara dugaan korupsi tersebut kini sudah tahap satu. Maka pihaknya tidak lagi melakukan pemeriksaan saksi.

“Sudah selesai pemeriksaannya, terakhir kami memeriksa tersangka ‘AR’ dan ‘M’. Jadi, saat ini kami masih menunggu berkas perkara dinyatakan P21 oleh jaksa penuntut umum,” ujarnya.

Lanjut Andi, meskipun berkas perkara tersangka sudah tahap satu namun untuk tersangka baru dalam dugaan kasus ini bisa saja kedepannya ditetapkan oleh pihaknya.

“Untuk tersangka baru bisa saja ada dalam dugaan kasus ini, sebab kami masih melakukan pendalaman penyidikan,” tandas Andi.

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini Kejari Palembang sudah menetapkan ‘AR’ dan ‘M’ sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang.

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama sebelum menjelaskan, dalam dugaan kasus ini adapun pagu anggaran pengadaan lift di BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut yakni senilai Rp 1,4 miliar. Dengan anggaran tersebut, seharusnya lift yang digunakan adalah lift Mitsubishi dan Sanyo. Namun pada kenyataannya, lift yang dipergunakan di Kantor BPKAD diduga lift buatan Cina sehingga terjadi dugaan kerugian negara.

“Sedangkan untuk jumlah dugaan kerugian negara yang terjadi, kalau berdasarkan penghitungan yang dilakukan jaksa penyidik jumlahnya sekitar Rp 310 juta. Namun untuk kepastiannya, kami masih menunggu penghitungan dari instansi yang berwajib,” jelasnya.

Masih dikatakan Andi, penetapan ‘AR’ dan ‘M’ sebagai tersangka dalam perkara ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa penyidik Kejari Palembang, yang juga dikuatkan dengan keterangan saksi ahli serta alat bukti.

Baca Juga :   Pengangguran Tertangkap Membawa Sabu

“Bahkan dalam memeriksa saksi tersebut, Selasa kemarin (31/7/2018) kami telah melakukan pemeriksan kepada tersangka ‘M’ selaku pihak rekanan dari perusahaan pengadaan lift tersebut. Saat pemeriksaan dilakukan, kami menyita uang Rp 200 juta yang merupakan uang dugaan kerugian negara dari tersangka ‘M’. Uang tersebut diserahkan langsung oleh ‘M’ didamping pengacaranya kepada jaksa penyidik. Selain itu, kami juga memeriksa sejumlah dokumen barang bukti darinya,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, tidak menutup kemungkinan dalam dugaan kasus ini nantinya akan ada tersangka baru dari pejebat Pemkot Palembang. Sebab, hingga kini jaksa penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Dugaan korupsi lift di Kantor BPKAD Palembang ini masih terus kami usut untuk ungkap tersangka barunya, dan tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dari pejabat Pemkot Palembang, yang kedepan kami tetapkan, kita lihat saja nanti perkembangannya,” pungkas Andi.

Sebelumnya Kabag Humas Pemkot Palembang, Amiruddin Sandy saat dikonfirmasi terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang berharap semoga dugaan kasus ini bisa segera cepat selesai.

“Intinya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kami dari Pemkot Palembang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semoga permasalahan ini cepat selesai,” jelas Amirrudin Sandy. (ded/den)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Rampas Samurai Saat Bentrok, Security PT Lonsum di Lahat Tewas Dibacok

Palembang, KoranSN Security PT Lonsum, Ristal Alam (27) tewas dibacok senjata tajam (Sajam) jenis golok ...

error: Content is protected !!