Video Isteri Wakapolda Larang PKL Berjualan Viral, Polisi Cari Pemilik Akun YouTube

Kabid Humas Polda Sumsel memberikan keterangan pers. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (13/8/2020) mengatakan, pihak kepolisian Polrestabes Palembang kini melakukan penyelidikan mencari pemilik akun YouTube yang memposting video pengakuan Ervita Sari (28) pedagang kaki lima (PKL) di Pasar 16 Ilir, yang di dalam video tersebut mengaku dilarang berjualan oleh isteri Wakapolda Sumsel.

Menurutnya, penyelidikan dilakukan lantaran permasalahan tersebut sudah lama terjadi, yakni tahun 2012 lalu dan permasalahannya sudah selesai dengan cara kekeluargaan. Namun video tersebut ternyata belum lama ini diupload dan kembali direpost oleh salah satu akun YouTube.

“Masalah itu memang benar ada, tapi kejadiannya tahun 2012 lalu. Jadi yang disebut oleh seorang PKL di Pasar 16 Ilir di video tersebut yakni isteri Wakapolda Sumsel tahun 2012, bukan Wakapolda sekarang,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, akan tetapi sekitar 7 bulan yang lalu tiba-tiba video itu diposting oleh salah satu akun YouTube, bahkan dua hari yang lalu yakni Selasa (11/8/2020), akun Yotube itu kembali merepost video itu hingga viral di media sosial.

Baca Juga :   Spesialis Pencuri Ban Serep Mobil yang 30 Kali Beraksi Ternyata Selalu Bawa Pistol dan Gunakan Sabu

“Akun Youtube ini memposting dan merepost video yang kebenarannya tidak sesuai dengan kenyataannya. Oleh karena itulah pemilik akun YouTebe itu dapat dikenakan Undang-Undang ITE, dan kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari si pemilik akun YouTube,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, bahkan dalam proses penyelidikan tersebut penyidik Sat Reskrim Polrestabes Palembang juga telah memanggil Ervita Sari selaku PKL di Pasar 16 Ilir yang memberikan pengakuan dalam video yang viral tersebut.

“Hasil dari klarifikasi inilah juga memperkuat jika video itu direkam Ervita Sari pada tahun 2012 silam. Bahkan dia (Ervita Sari) tidak mengetahui dan menyangka kalau videonya beredar di media sosial. Olah karena itu, Ervita Sari kini telah membuat laporan kepolisian ke Polrestabes Palembang guna melaporkan akun YouTube yang memposting dan meng-share videonya,” ungkapnya.

Dilanjutkan Kabid Humas, dengan adanya kejadian ini maka dirinya menghimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak berdampak hukum.

“Kepada masyarakat kami himbau kalau mau posting video ataupun tulisan, pastikan dulu kebenarannya. Begitu juga kalau mau meng-share juga harus dipastikan kebenarannya agar tidak terkena UU ITE,” tutupnya.

Baca Juga :   Uang Makan Guru Dikorupsi, Mantan Kadisdik Pali Terancam 5 Tahun Penjara

Hal yang sama dikatakan Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji. Dikatakannya jika pihaknya saat ini sedang mencari pemilik akun YouTube tersebut.

“Video itu tidak memuat keadaan fakta sebenarnya, baik fakta lapangan maupun fakta hukum. Bahkan dari hasil pemeriksaan dan klarifikasi terhadap perempuan di video tersebut, memang benar yang bersangkutan membuat video itu di tahun 2012 lalu. Dan saat itulah permasalahnya sudah selesai, namun ternyata belum lama ini ada yang mempostingnya di akun YouTube. Dari itulah kami masih melakukan penyelidikan mencari pemilik akun tersebut karena telah membuat resah dan melanggar Undang-Undang ITE serta KUHP,” pungkas Kapolrestabes. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Macan Putih Gagalkan Transaksi Narkoba Lintas Daerah

Prabumulih, KoranSN Tim Macan Putih Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Prabumulih menggagalkan peredaran Narkoba. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.