Vonis Rendah dari Tuntutan, JPU Laporkan ke Pimpinan KPK

img_20161024_143821-edit
VONIS-Tampak enam terdakwa yang merupakan Mantan Ketua Fraksi DPRD Muba berdiri saat Ketua Majelis Hakim PN Tipikor Palembang menjatuhkan vonis kepada para terdakwa. FOTO-DEDY/KORANSN.

JAKSA Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Feby Dwiyandospendy mengungkapkan, jika pihaknya selaku JPU KPK akan melaporkan ke pimpinan KPK terkait vonis enam terdakwa dugaan kasus suap pengesahan APBD Muba 2015 dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Muba 2014 yang vonisnya rendah dari tuntutan.

Menurutnya, dimana dalam tuntutan pihaknya selaku JPU KPK di persidangan sebelumnya, keenam terdakwa telah dituntut pidana berbeda yakni, pidana 7 tahun penjara untuk terdakwa Depy Irawan dan Iin Pebrianto. Serta tuntutan pidana 5 tahun penjara untuk terdakwa Ujang M Amin, Jaini, Parlindungan Harahap, dan Dear Fazal Azim.

“Jadi, ada perbedaan antara tuntutan kita dengan vonis hakim, kalau terdakwa Depy Irawan dan Iin Pebrianto kita tuntut 7 tahun penjara sedangkan divonis hakim 5 tahun penjara, sehingga ada perbedaan hukuman pidana selama 2 tahun. Sedangkan untuk terdakwa Ujang M Amin, Jaini, Parlindungan Harahap, dan Dear Fazal Azim, keempatnya kita tuntut pidana 5 tahun penjara tapi keempatnya divonis hakim 4 tahun penjara. Dari itu, kita akan melapor ke pimpinan KPK terkait vonis hakim ini, hal ini dilakukan apakah nantinya kita akan mengajukan banding atau menerima vonis hakim tersebut,” ujarnya.
Meskipun demikian, lanjut Feby, pihaknya tetap menghormati keputusan dari Majelis Hakim persidangan. Apalagi, pasal yang dijeratkan kepada keenam terdakwa sama dengan pasal yang ada dalam dakwaan dan tuntutan JPU KPK.

Baca Juga :   Dela Dipukul Batu Ulekan, Lehernya Digorok

“Perbedaannya, hanya masa hukuman pidananya saja, kalau pasal dan fakta yuridis tentang keenam terdakwa yang telah terbukti menerima uang suap, kita sependapat dengan Majelis Hakim,” ujarnya.      Lebih jauh dikatakan Feby, selain itu JPU KPK dan hakim juga sependapat tentang hal-hal yang memberatkan dan meringankan untuk keenam terdakwa.

“Kalau hal yang memberatkan yakni terdakwa Depy Irawan dan Iin Pebrianto, keduanya tak mengakui menerima uang suap. Sedangkan hal yang meringankan, keenam terdakwa bersikap sopan, memiliki keluarga, kemudian untuk terdakwa Ujang M Amin, Jaini, Parlindungan Harahap, dan Dear Fazal Azim, keempatnya mengakui menerima uang suap dan kini telah mengembalikan uang tersebut ke negara melalui KPK,” tandasnya. (ded)

Baca Juga :   Ngaku Bos Timah, Hariyanto Tipu Janda Anak Satu
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Saksi Untuk Tersangka Walikota Dumai

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengurusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.