Waduh! Istri Lagi Hamil, Suami Ditangkap

Istoni (21) dan barang bukti sebuah senpi rakitan. (foto/Maniso)
Istoni (21) dan barang bukti sebuah senpi rakitan. (foto/Maniso)

Kayuagung, KoranSN

Sungguh kasihan nasib yang dialami Istoni (21) warga Desa Sukasari Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten OKI. Ia harus meninggalkan isterinya yang sedang hamil karena ia ditangkap polisi akibat memiliki Senpi rakitan.

Ia tertangkap polisi yang menyamar menjadi orang yang hendak menukar motor dengan Senpi yang dimiliki tersangka, Rabu (20/4/2016) sore di kawasan Bambu Kuning Desa Mukti Sari Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI.

Kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres OKI sembari menunggu proses persidangan. Polisi menyita Senpi rakitan jenis revolver dan 3 butir peluru, Senpi itu sudah 4 tahun dimiliki tersangka dan saat belinya dulu seharga Rp1,5 juta.

Baca Juga :   Berbagai Lomba Keagamaan Warnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Muratara

Kepada wartawan, tersangka mengaku belum pernah menggunakan Senpi itu karena hanya untuk pegangan saja. Senpi itu tak pernah dipakai sehingga ia hendak menukarnya dengan motor yang
ternyata pemilik motor adalah polisi.

“Nyesal pak punya Senpi ini, aku tahu memang dilarang punya Senpi. Kalau jadi ditukar dengan motor, motor itu rencananya akan kujual untuk biaya isteri melahirkan,” jelas dia sembari mengatakan sekarang isterinya sedang hamil 7 bulan.

Kasat Reskrim Polres OKI AKP Dikri Olfandi melalui Kanit Pidum Ipda Marwan mengatakan, pihaknya terus berupaya menangkap para pelaku yang memegang maupun menyimpan Senpi karena ada peraturan yang melarang seseorang memiliki Senpi.

Baca Juga :   Fraksi DPRD Muratara Sampaikan Pandangan Umum 10 Raperda Eksekutif

“Jika Senpi diserahkan secara sukarela maka tidak kena pidana, tapi tertangkap maka akan dijerat UU Darurat  Nomor 51 tentang Kepemilikan Senjata Ilegal,” bebernya. (iso)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Puluhan Warga Tebing Tinggi Terjaring Operasi Yustisi

Empat Lawang, KoranSN Sejak diberlakukannya Peraturan Gubernur Sumsel nomor 37 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.