Wajah dan Kepala Dipukul dengan Kunci Stir Mobil, Caterina Teriak Minta Tolong

Tampak Kapolda Sumsel saat mengintrogasi tersangka Asworo. (Foto-Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Caterina Wiedyawati berteriak minta tolong saat tersangka Martinus Asworo alias Asworo dengan sadis memukulkan kunci stir mobil berkali-kali ke wajah dan kepala korban. Hal itu diungkapkan tersangka Asworo saat gelar kasus dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Rabu (14/6/2017).

Menurut Asworo, saat kejadian dirinya sedang emosi hingga membuatnya menganiaya korban Caterina yang saat itu sedang bersamanya di dalam mobil yang disewaya.

“Awalnya saya dan Caterina cekcok mulut terkait rencana pernikahan kami. Karena emosi hingga membuat saya yang saat itu menyetir mobil memukul wajahnya yang sedang duduk di samping saya. Enam kali saya pukul pakai tangan sampai dia lemas. Kemudian saya menghentikan mobil dan menariknya ke kursi tengah. Disaat itulah saya memukuli wajah dan kepala Caterina menggunakan kunci stir berkali-kali. Ketika itu Caterina teriak minta tolong dan mengatakan ‘Ingat Asworo ingat Romo’ tapi tak saya hiraukan. Jujur saya tidak tahu mengapa hal itu saya lakukan, mungkin karena saat itu saya emosi,” ungkapnya.

Masih dikatakan Asworo, usai kejadian kemudian korban Caterina dibuangnya ke semak-semak yang berada di Jalan Sei Sedapat I Soak Simpur Lorong Setia Bakti 1 Sukarami Palembang.

“Saat menurunkan Caterina dari dalam mobil dan meletakannya di semak-semak, Caterina tampak masih hidup. Karena saya melihat ada gerakan ditubuhnya. Namun saya diamkan saja dan langsung meninggalkannya untuk menuju kolam retensi di kawasan Jalan Mayor Ruslan. Di sana saya mencuci bercak darah di dalam mobil yang saya sewa menggunakan jaket. Lalu mobil itu saya kembalikan ke pemilikanya. Setelah itu saya pulang ke mes tempat saya bekerja di Jalan Rajawali untuk mengemasi baju dan barulah saya kabur ke Lampung,” paparnya.

Baca Juga :   Jasad Rafa Mengapung di Pinggir Sungai

Diungkapkan Aworo, ia nekat membunuh Caterina karena saat itu terjadi cekcok mulut yang disebabkan dirinya belum siap untuk menikahi Caterina. Padahal, ketika itu ia dan korban berencana untuk mengurus sovenir pernikahan di Yogyakarta.

“Memang awalanya Caterina saya jemput di Prabumulih untuk ke bandara lalu berangkat ke Yogtakarta. Tapi karena sudah malam maka korban saya bawa ke hotel, setiba di hotel korban saya tinggalkan. Karena saya pulang ke mes, pagi harinya barulah korban kembali saya jemput untuk ke bandara. Namun saat di perjalanan, Caterina bertanya kepada saya, katanya ‘Gimana sudah siap menikah’, karena saya tidak ada uang maka saya jawab jika saya belum siap hingga kami bertengkar di dalam mobil,” terangnya.

Dijelaskannya, disaat bertengkar tersebut korban juga menyampaikan, bagaiman terkait persiapan pernikahan yang sebagaian telah disiapkan orang tua korban.

“Caterina bilang ke saya jika di Yogyakarta orang tuanya telah memberikan uang DP untuk panjer gedung pernikahan. Tapi, karena saya tidak ada uang makanya saya tetap katakan belum siap menikah hingga terjadilah cekcok mulut yang berujung saya menganiaya korban,” jelasnya.

Baca Juga :   Dua Begal Motor di Kalidoni Tertangkap, Warga Bakar Motor Pelaku

Disingung terkait pengakuannya dengan korban jika ia sudah mapan ? Dikatakannya Asworo jika ia tidak pernah mengatakan hal itu kepada korban Caterina.

“Saya tidak mengatakan itu. Saya pertama kali kenal Caterina dari teman. Kemudian saya dan korban saling komunikasi melalui telphon hingga sekitar bulan Maret 2016 lalu kami berpacaran. Selama pacaran, setiap hari sabtu dan minggu saya menyewa mobil untuk menemui Caterina di Prabumulih, karena di sana korban bekerja disalah satu perusahaan alat berat.,” ungkapnya.

Sedangkan terkait ATM milik Caterina yang dibawanya kabur, dikatakan Asworo jika di dalam ATM korban tersebut terdapat uangnya dari hasil menjual sepeda motor miliknya.

“Karena di ATM itu ada uang Rp 6 juta yang disimpan dari hasil penjualan motor saya. Untuk itu usai kejadian ATM Caterina saya bawa kabur ke Lampung,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Kadis Pemkab Indramayu Saksi Tersangka ARM

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/11/2020) memanggil dua kepala dinas (kadis) Pemerintah Kabupaten …