Wak Sapar, Eksekutor Penembak Toke Kopi Pagaralam Ditangkap

Tersangka Wak Sapar saat diamankan di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Saparudin alias Wak Sapar (35), salah satu tersangka perampokan dan pembunuhan toke kopi Pagaralam, Darul Kutni (49), berhasil ditangkap aparat kepolisian dari Unit IV Subdit III Jatantras Polda Sumsel. Tersangka yang memiliki peran sebagai eksekutor dengan meletuskan senjata api, hingga membuat korban tewas ini ditangkap di kediamannya, di Desa Sira Pulau Klip Kecamatan Rantai Alai Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (30/11/2017) pukul 03.00 WIB.

Aparat kepolisian terpaksa melumpuhkan kedua kaki tersangka dengan tembakan, sebab saat akan ditangkap tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (7/12/2017) mengatakan, dengan tertangkapnya tersangka Saparudin alias Wak Sapar, artinya polisi sudah menangkap empat tersangka perampokan dan pembunuhan toke kopi Pagaralam. Pasalnya, sebelumnya Polda Sumsel juga telah menangkap tiga tersangka lainnya yakni; Misgianto alias Blewong (33), Eko Riyadi (30) dan Gusti alias Komeng, (35). Sedangkan untuk tiga pelaku lainnya; Mirdan Sudianto alias Wak Sikil, Lan alias Wak Lan dan Gunawi alias Wak Gun masih diburu pihak kepolisian.

Baca Juga :   Fatmi Mahasiswi UIN Raden Fatah Tewas di Muara Enim Usai Antar Ibunya ke Kebun

“Dari tujuh perampok ini, tersangka Saparudin alias Wak Sapar ini berperan mengeksekutor atau mengeksekusi korban dengan cara menembakan senjata api. Ini diketahui dari keterangan saksi-saksi, alat bukti dan hasil visum. Bahkan akibat tembakan tersangka Wak Sapar membuat korban meninggal dunia,” kata Kapolda saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel.

Dijelaskan Kapolda, dari hasil penyelidikan diketahui jika tersangka Saparudin alias Wak Sapar bersama pelaku lainnya telah melakukan perampokan di enam lokasi diantaranya; Kota Bumi Lampung sebanyak dua kali, sedangkan aksi lainnya yakni di Bengkulu, Lahat, Gelumbang dan Pagaralam.

“Adapun modusnya, para perampok ini mendobrak pintu rumah korban menggunakan balok. Setelah di dalam rumah, para perampok merampas harta dan uang korban, bahkan tersangka tak segan menembak korban hingga tewas. Seperti perampokan yang mereka lakukan di Pagaralam. Mudah-mudahan, para tersangka pembunuh toke kopi Pagaralam ini nantinya dijatuhkan hukuman yang tinggi di pengadilan. Karena, para tersangkanya saya nilai sadis,” jelasnya.

Baca Juga :   Penempel Stiker Palu Arit Diduga Organisasi Terorganisir

Kapolda berjanji, jika dirinya akan menyikat habis kepada para pelaku kejahatan sadis di wilayah Sumsel. Dari itulah ia meminta agar kedepan para pelaku kejahatan dan perampokan tidak lagi melakukan aksi kejahatan di Provinsi Sumsel.

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Surati 239 Penyelenggara Negara Terkait LHKPN Tidak Lengkap

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyurati 239 penyelenggara negara terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara …