Wakafkan Kebun untuk Pembangunan Pondok Pesantren

Suasana penandatanganan surat wakaf untuk pembangunan pondok pesantren di Kantor KUA Tebing Tinggi. (foto-ist)

Empat Lawang, KoranSN

Sulmasnan (66), warga Kelurahan Pasar Tebing Tinggi ini mewakafkan sebidang kebun karet yang masih produktif seluas lebih kurang 1,5 hektar untuk dibangun pondok pesantren.

Ikrar wakaf itu dilakukan di kantor KUA Tebing Tinggi, beberapa hari lalu di depan kepala KUA Tebing Tinggi, Ahmad Armansyah, disaksikan oleh pihak pemerintah, tokoh masyarakat dan lainnya.

Wakaf sebidang tanah tersebut diterima oleh penerima wakaf (Nazir), Welly Saputra, selaku pihak yang akan membangun dan mengelolah pondok pesantren nantinya.

Di hadapan pewakaf (wakif), nazir dan saksi, Kepala KUA Tebing Tinggi, Ahmad Armansyah menyampaikan, itikad baik dari wakif ini menjadi tauladan bagi pihak lainnya ataupun masyarakat, karena ini perbuatan mulia dan menjadi amal jariyah, tentunya disertai dengan niat ikhlas.

“Ini ladang amal yang akan terus mengalir, karena amal jariyah. Dengan ikrar ini, meskipun niatnya sudah memang untuk berwakaf, sudah masuk pengesahannya, dan sebagai bukti formal telah dilakukannya wakaf lahan yang dimaksud,” jelasnya, kemarin.

Namun katanya, pihak wakif hendaknya memberitahukan kepada keluarganya, terutama anak-anaknya, agar kedepannya nanti tidak lagi mengungkit-ungkit tanah yang sudah diwakafkan, apalagi yang berwakaf sudah meninggal.

Baca Juga :   Ibadah Haji Ditunda, Biaya Boleh Ditarik

“Kita tidak menghendaki hal buruk itu terjadi nantinya, ketika ayah sudah meninggal, anaknya yang mengungkit, karena hal seperti ini pernah terjadi. Makanya, pihak keluarga, terutama anak-anaknya mesti tahu bahwa lahan sudah diwakafkan untuk amal ibadah,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakif, Sulmasnan didampingi istrinya Faridah menerangkan, wakaf lahan tersebut sudah diketahui oleh semua anaknya, bahkan mereka sangat mendukung niat baik orangtuanya.

“Mereka sudah tau dan semua anak kami mendukung wakaf lahan ini, Insya Allah tidak akan ada permasalahan kedepannya. Kami dengan ikhlas mewakafkan lahan. Harapan kami lahan ini berguna bagi orang banyak dengan dibuatnya pondok pesantren nantinya dan juga menjadi amal ibadah kami untuk di akhirat nanti,” katanya.

Sementara itu, pihak nazir, ustad Welly Saputra menyambut baik wakaf lahan tersebut. Hal ini merupakan amanah yang tentunya mesti terlaksana, kendati proses pembangunannya nanti masih panjang, karena membangun itu semua tidak semudah membalikan telapak tangan.

Baca Juga :   BSB Pendopo Ajak Pelajar di PALI Kelola Keuangan Sendiri

“Alhamdulillah, ikrar wakafnya sudah dilaksanakan, semoga ini menjadi amal ibadah kita semua, terutama bagi wakif. Setelah ini, kita berusaha sekuat mungkin untuk pembangunannya, tentunya prosesnya masih panjang,” katanya.

Alumni Unida Gontor ini juga mengharapkan dukungan dan bantuan semua pihak untuk kemudahan dan percepatan pembangunan pondok pesantren nantinya. Pembangunan Ponpes ini membantu peran pemerintah dalam mencerdaskan rakyat, terutama di bidang keagamaan, apalagi ini sejalan dengan program bupati Empat Lawang.

“Kita perhatikan, masih banyak masyarakat khususnya Empat Lawang yang butuh pendidikan keagamaan, dalam hal ini pondok pesantrenlah yang tepat. Sebagai peduli kita, untuk mengembangkan ajaran syariat islam, kita jalankan amanah ini, semoga ini juga menjadi ladang amal kita,” paparnya. (foy)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Shafira Nanda Yendra Harumkan Emirates Islamic School Lahat

Lahat, KoranSN Kembali putra-putri terbaik dari Kabupaten Lahat menorehkan prestasi, dalam Kejuaraan Kompetisi Saint Nasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.