Wakajati Sumsel Ungkap Modus Dugan Korupsi Dokter Dora di RSUD OKU Timur

Tampak petugas saat akan membawa dr Dora Djunita Pohan ke ruangan pemeriksaan di lantai enam. (Foto-Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumsel, Hari Setiyono mengungkapkan modus yang dilakukan tersangka dr Dora Djunita Pohan dalam melakukan dugaan korupsi di RSUD OKU Timur.

Menurut Hari Setiyono, dugaan pidana korupsi ini terjadi berawal saat tersangka dr Dora yang saat itu masih menjabat sebagai Plt Direktur RSUD OKU Timur memperkerjakan dokter spesialis di rumah sakit, dengan membayar dokter spesialis menggunakan anggaran Pemkab OKU Timur.

“Dalam pelaksanaan ternyata alokasi dana untuk para dokter spesialis di RSUD ini ada yang diterima oleh para dokter spesialis, dan juga ada yang tidak. Sehingga dari audit BPKP, Pemkab OKU Timur mengalami kerugian negara sebesar Rp 540 juta lebih,” ungkapnya.

Baca Juga :   KPK Panggil Anggota DPRD Sumut Terkait Kasus DAK Labuhanbatu Utara

Masih dikatakannya, dugaan kasus ini terjadi pada tahun 2014-2015, kemudian pada tahun 2016 dan 2017 dilakukan penyelidikan oleh Kejati Sumsel. Bahkan saat itu sudah 7 saksi yang telah diperiksa oleh jaksa penyidik.

“Akan tetapi saat penyidik memanggil dr Dora untuk diperiksa sebagai saksi, yang bersangkutan tak pernah hadir. Kemudian setelah hampir satu tahun, akhirnya dr Dora diketahui berada di Tangerang, untuk itulah dilakukan pemanggilan disertai penjemputan paksa untuk dihadirkan ke jaksa penyidik Kejati Sumsel sehingga saat di Tangerang yang bersangkutan kami amankan karena tidak kooperatif,” jelasnya.

Baca Juga :   Polisi Bekuk Oknum PNS Diduga Endarkan Sabu-sabu 

Lebih jauh dikatakannya, usai diamankan di Tangerang selanjutnya dr Dora dibawa ke Kejati Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan guna melengkapi berkas perkara.

“Saat diperiksa di Kejati, awalnya baru sebagai saksi. Setelah itu barulah dr Dora ditetapkan sebagai tersangka dan langsung diperiksa dengan status tersangka. Jadi dr Dora saat ini telah menjadi tersangka dalam dugaan korupsi di RSUD OKU Timur, apalagi kami menilai sudah cukup bukti menaikan perkara ini dari penyelelidikan menjadi penyidikan,” tandasnya.

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Kembali Panggil Istri Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (19/1/2012) kembali memanggil Tin Zuraida, istri mantan Sekretaris …