Wali Murid di Muratara Bakal Kena Beban Biaya UNBK

Abdul Kadir. (Foto-Sunardi/Dok/Koransn)

Muratara, KoranSN

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang menjadi program pemerintah pusat sepertinya bakal memakan biaya yang tidak sedikit. Sehingga jika tidak mencukupi dana yang ada akan dikenakan kepada wali murid berdasarkan rapat komite.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Abdulrahman Wahid melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Abdul Kadir‎.

“Biaya UNBK dari sekolah yang menggunakan dana BOS, karena di dalam dana BOS sudah tertulis mengenai ulangan dan ujian. Namun jika dana BOS tidak mencukupi maka terpaksa beban biaya UNBK bakal kembali ke wali murid untuk menutupi kekurangannya, namun harus melalui rapat komite terlebih dahulu.” Kata Abdul Kadir

Ia menjelaskan, jika UNBK ini memakan biaya yang besar atau pembengkakan, karena ada sistem pengawasan, dan yang paling utama yakni masalah alat karena paling mahal.

Baca Juga :   Walikota Serahkan Bantuan Motor Sampah

“Di sini saya jelaskan, jangan sembarangan menyebut mau UNBK kalau nantinya membuat pusing kepala wali murid. Sekali lagi saya katakan, jika dana sekolah yang melakukan UNBK tidak mencukupi dalam melaksanakannya, maka biaya kita bebankan kepada wali murid.” Jelasnya

Kabid melanjutkan, sepertinya program pemerintah mengharuskan jika sekolah harus mandiri. Tapi Muratara ini kapan lagi mau belajar dan mencoba kalau tidak sekarang.

“Jadi kemarin biarpun terseok-seok tapi kita dapat tiga sekolah itu yang bisa melakukan UNBK. Jadi pada tahun 2018 ini masalah penambahan kuota kita pertimbangkan dulu siap atau tidak.” ucapnya.

Terpisah, Ahmad Meran (37) salah satu wali murid yang tinggal di Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara mengatakan, jika ia hanya mengikuti saja apa yang menjadi keputusan pihak sekolah. Tapi ia berharap apabila masih bisa tes tertulis dilakukan, maka ia menginginkan tes tertulis tersebut di waktu anaknya ujian nasionall nanti

Baca Juga :   Merasa PT GBS Melakukan PHK Sepihak, Juharudin Datangi Disnakertrans

“Kalau bisa ujian nasional nanti tes tertulis saja, supaya tidak ada biaya lagi. Tahu sendiri jaman sekarang, susah cari uang, tapi saya pribadi ikut aturan saja apa kata pihak sekolah, apabila harus keluar biaya, ya kenapa tidak karena ini merupakaan tanggungjawab saya kepada anak,” pungkasnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Forum Pengusaha Orgen Tunggal di Empat Lawang Berharap Larangan Manggung Dicabut

Empat Lawang, KoranSN Para pengusaha orgen tunggal (OT) di Kabupaten Empat Lawang yang mengatas namakan …