Home / Gema Sriwijaya / Walikota Lubuklinggau: Jangan Molor, Harus Ontime

Walikota Lubuklinggau: Jangan Molor, Harus Ontime


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau, H.SN Prana Putra Sohe dan H.Sulaiman Kohar saat menggelar rakor awal tahun 2019. (foto-rifat/koransn)

Lubuklinggau, KoranSN

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe diawal tahun baru 2019 pihaknya mencoba agar setiap gelaran acara Pemkot Lubuklinggau harus ontime atau tepat waktu sesuai dengan jadwal.

“Kita mencoba mulai 2019 setiap acara kita harus ontime,” kata Nanan di acara Rakor awal tahun baru 2019 di lingkungan Pemkot Lubuklinggau, Rabu (2/1/2019) di Gedung Kesenian Sebiduk Semare Kota Lubuklinggau.

Menurut Nanan, kalau acara mulai sesuai dengan jadwal dan dirinya belum datang, maka tidak perlu menunggu-nunggu lagi.

“Kalau kita mulai jam satu ya jam satu. Kalau saya tidak bisa hadir, bisa dilanjutkan Wawako atau Sekda atau pejabat lain,” ujarnya.

Orang nomor satu di Bumi Sebiduk Semare itu juga menambahkan, hal itu merupakan salah satu yang perlu disikapi bersama-sama untuk mengawali tahun 2019 dengan perubahan-perubahan.

Baca Juga :   Go Green Muba, Gotong Royong Hijaukan Lingkungan

“Kita berharap 2019, kita memulai sesuatu yang baru dengan baik dan benar,” timpalnya.

Hadir dalam Rakor awal tahun baru 2019 di lingkungan Pemkot Lubuklinggau tersebut Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono, Kajari Lubuklinggau, Zairida, Ketua DPRD Lubuklinggau, Rodi Wijaya dan Dandim 0406 MLM, Letkol Inf Muhamad A’an Setiawan.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono dalam kesempatan itu mengatakan, Polri beserta TNI dan unsur pemerintah dilevel bawah memiliki tiga pilar yakni Babinkamtibmas, Babinsa dan Kelurahan. Dan ketiganya diharapkan untuk tetap bekerjasama.

“Saya berharap kinerja sampai level bawah bisa diselesaikan dilevel bawah seperti kasus pertengkaran antar keluarga,” bebernya.

Dwi mengaku, Kota Lubuklinggau perkembangannya luar biasa, dan dari perkembangan itu dirinya melihat cukup luar biasa peredaran narkoba di Lubuklinggau.

“Sudah beberapa masjid saya kunjungi di setiap giat safari, permasalahan narkoba yang banyak,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengenai narkoba, jika dulu sepengetahuannya orang merampok untuk nafkah. Namun sekarang beralih bahwa merampok untuk membeli narkoba.

Baca Juga :   Warga Protes, Satu Tahun Belum Dapat Kompensasi Pembebasan Lahan

“Sebab itu saya beserta jajaran bekomitmen untuk memberantas narkoba, untuk emerangi narkoba bersama-sama,” terangnya.

Selain itu, upaya yang dilakukan pihaknya dalam memberantas narkoba yakni salah satunya pembatasan hiburan orgen tunggal.

“Saya sudah laporkan ke walikota untuk mengajukan perwal atau peraturan daerah untuk pembatasan waktu OT,” kata Dwi.

Dirinya juga mengaku jika selama melaksanakan giat keliling kampung lewat safari subuh, banyak bertemu dengan tokoh data dan agama, dan mereka menginginkan diubah siang hari terkait dengan pembatasan OT.

“Saya berharap untuk menegakan perwal. Apapun keputusannya, saya harap kita bersatu padu,” ungkapnya.

Dwi meminta kepada semua unsur untuk bersama-sama berkomitmen memberantas narkoba.

“Saya berharap dukunganya terkait dengan pemberantasan narkoba,” katanya.

Terakhir, Kapolres mengajak untuk bersama-sama menghidupkan siskamling.

“Kasus Curat, pencurian nomor satu. Kecuali dengan Poskamling kita bersama-sama dengan tiga pilar menjaga lingkungan, yang belum hidup (Poskamling), kita hidupkan,” ujarnya. (rif)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Enam Cabor Tradisional Bakal Meriahkan Peda KTNA XIII di Muba

Sekayu, KoranSN Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.