Jumat , Desember 14 2018
Home / Gema Sriwijaya / Walikota Minta Perusahaan ARPA Diproses Hukum

Walikota Minta Perusahaan ARPA Diproses Hukum

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni saat Sidak di Pabrik ARPA, beberapa waktu lalu. (foto-asnadi/dok/koransn.com)

Pagaralam, KoranSN

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH mengatakan, terkait gonjang ganjing status keberadaan dan pengelolaan Perusahaan Air Mineral Pagaralam (ARPA), tidak ada jalan lain kecuali melalui proses hukum agar semuanya bisa jelas.

Menurutnya, dirinya meminta agar dilakukan proses hukum mulai dari pendirian perusahaan, status lahan, anggaran daerah yang sudah digunakan dan termasuk pengelolan produksi ARPA sejak tahun 2003 berdiri.

“Saya tidak abis pikir, perusahaan sudah memproduksi hampir 1.000 cap per hari tidak ada setoran untuk daerah. Bahkan malah masih terutang Rp 1,5 miliar, kemana uang dari hasil penjualannya,” ungkap dia.

Ia melanjutkan, dihitung secara bodoh-bodohan dengan produksi ARPA saat ini hasil penjualan Rp 250 juta per bulan, dipotong operasional gaji karyawan sekitar 20 orang masih ada sisa Rp 125 juta.

“Itu kalau kita buat bagi dua antara penghasilan dengan biaya operasional, tapi nyatanya sekarang malah masih terutang miliaran, kemana uang hasil penjualan tadi,” kata dia.

Sebetulnya, kata dia, masih banyak persoalan terkait ARPA, seperti ada saham 15 persen fiktif dari pengakuan Ratna selaku pengelolanya, ada juga salah satu komisaris yang sama sekali tidak dikenal yaitu ‘T’.

“Kemudian laporan keuangan juga tidak jelas, sementara hampir setiap tahun di subsidi pemerintah. Maka dengan ini agar pengelolaanya kedepan bisa lebih transparan, jalannya harus melalui proses hukum,” tegas Alpian.

Baca Juga :   Bupati Tekankan Pembinaan dan Pengelolaan Kopi

Lanjutnya, jadi tidak ada alasan persoalan ini dihentikan kalau tidak selamanya akan rugi.

“Bahkan ini sudah aku omongi dengan Pak Zul Kapolda Sumsel, agar persoalan ini tuntas di kepolisian,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP Hilmy dan Kanit Pidkor, Bripka Candra Utama SE menambahkan, Polres Kota Pagaralam terus menyelidiki status pembangunan PT Ayeh Besemah yang memproduk Air Pagaralam (ARPA), penyertaan modal saat pendirian tahun 2003 dari Pemerintah Kota Pagaralam senilai Rp 750.000.000 dan PT TOS senilai Rp 320.000.000. Namun hal tersebut berbeda dengan hasil audit BPK tahun 2007 yang menunjukkan penyertaan modal pendirian tahun 2003 mencai Rp 3.500.000.000 terbagi atas 3.500 lembar saham dengan harga Rp 1.000.000.

Bahkan berdasarkan kontrak MoU dari jumlah modal tersebut, Pemerintah Kota Pagaralam memiliki 70 persen saham dengam nilai Rp 2.450.000.000, sedangkan PT TOS sekitar 30 persen dengan nilai Rp 1.050.000.000. Padahal, penyertaam modal pada saat pendirian tahun 2003 Pemkot Pagaralam yakni Rp 750.000.000 dan PT TOS senilai Rp320.000.000. Akan tetapi hasil dari laporan pada tanggal 31 Desember 2007, menujukkan penyertaan modal PT Ayek Besemah mencapai Rp 2.639.110.000.

Baca Juga :   Tangkal Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja

“Hasil pemeriksaan BPK tahun 2007 total penyertaan modal sebesar Rp 2.639.110.000 dengan rincian; tanggal 29 Desember 2003 Rp 750.000.000, 4 Juni 2005 Rp 919.110.000, tanggal 5 Desember 2005 Rp 150.000.000. Sehingga total Rp 1.859.110.000,” katanya.

Kemudian dilanjutkannya, pada tanggal 4 Agustus 2006 Rp 190.500.000 dan terakhir tanggal 22 Desember 2006 senilai Rp 589.500.000, sehingga total Rp 780.000.000.

“Nilai penyertaan modal Rp 1.859.000.000, berdasarkan laporan keuangan PT Ayek Besemah tahun 2007 penyertaan modal Pemerintah Kota Pagaralam hanya sebesar Rp 681.000.000, Rp790.000.000 dan dikurangi Rp 99.000.000, maka dengan rincian ini membuktikan jika terjadi selisih penyertaan modal capai Rp 1,958.110.000,” kata dia.

Dia menlajutkan, nilai uang Rp 1,859.000.000 dari laporan itu dipergunakan untuk pembangunan gedung pabrik, pembelian mesin water treatment, pengemasan, pembangunan jaringana listrik, penyiapan laham untuk pabrik dan pagar keliling.

“Kita masih terus mendalami dan menunggu hasil audit untuk mengetahui berapa nilai kerugian dalam pembangunan ARPA yang di produk PT Ayek Besemah, hasil pemeriksaan penyertaan modal capai Rp3,5 miliar, namun laporan saat pendirian hanya Rp 1 miliar,” tambah Candra. (asn)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Program Layak Anak Empat di Lawang Benar-Benar Berjalan

Empat Lawang, KoranSN Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD3A) Kabupaten Empat ...

error: Content is protected !!