Senin , November 19 2018
Home / Lacak / Warga 7 Ulu Tewas dengan Luka Tembak di Leher

Warga 7 Ulu Tewas dengan Luka Tembak di Leher

Jenazah Ariansyah Saleh saat akan dibawa ke rumah duka usai dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ariansyah Saleh (23), warga Jalan KH Azhari Lorong Alkausar 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang, Senin pagi (8/10/2018) pukul 06.00 WIB ditemukan tewas tergeletak dengan luka tembak di lehernya. Korban tewas diduga menjadi korban peluru nyasar oknum polisi yang sedang melakukan penyergapan pelaku pembunuhan.

M Soleh Ahmad (66), paman korban mengatakan, ia dan keluarga mengetahui korban tewas tergeletak dengan luka tembak di leher setelah diberitahu oleh tetangganya yang saat itu sedang melintasi lokasi penemuan jenazah korban.

“Pagi tadi (kemarin) saat lagi buka tokoh pempek di depan rumah. Tiba-tiba warga melintas memberitahu jika keponakan saya Ariansyah Saleh tergeletak di lapangan yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumah kami. Mendapat kabar tersebut saya dan ibu korban langsung mendatangi lokasi tersebut, setelah dicek ternyata benar korban adalah keponakan saya. Bahkan saat itu kami melihat di leher korban ada luka tembak,” ungkapnya saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Masih dikatakannya, mengetahui keponakannya tewas tertembak lantas dirinya melapor ke Polresta Palembang sehingga petugas kepolisian mendatangi TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Kalau penyebabnya apa hingga keponakan saya ini ditembak, kami tidak tahu persis. Tapi dari keterangan warga jika sekitar pukul 04.00 WIB ada polisi yang melakukan penggerebekan di sekitaran lokasi, bahkan warga mendengar empat kali suara tembakan. Tak lama dari itu, barulah warga menemukan jenazah keponakan saya dengan kondisi tergeletak,” katanya.

Diungkapkannya, sejak berhenti dari bekerja di perusahaan perkebunan korban belum mendapat pekerjaan. Sehingga kesehariannya korban ikut bekerja sebagai juru parkir yang berlokasi tak jauh dari kediaman korban.

“Satu tahun lalu keponakan saya berhenti dari pekerjaannya di perusahaan sawit dan sejak saat itulah korban ikut kerja di parkiran. Sementara terkait kejadian penembakan korban yang sebelumnya ada penggerebekan polisi, kami pihak keluarga yakin jika korban selama ini tidak pernah terlibat kasus apapun. Dari itulah kami minta kasus tertembaknya keponakan saya ini diungkap dan diusut oleh pihak kepolisian,” tandasnya.

Sementara Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr Indra mengungkapkan, hasil dari pemeriksaan jenazah korban yang dilakukan pihaknya diketahui jika korban tewas karena bagian leher sebelah kiri korban ditembak senjata api.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan memang kami menjumpai luka tembak di bagian leher korban. Akan tetapi, proyektil senjata api yang menembak korban tidak tembus, artinya proyektil masih bersarang di leher korban. Dengan demikian diketahui jika korban tertembak dari jarak jauh. Sebab, jika tertembak jarak dekat tentunya proyektil senjata api tersebut akan menembus leher korban. Sedangkan untuk luka lainnya di tubuh korban tidak kami temukan,” ungkap dr Indra.

Terpisah, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, jika dirinya sudah mendapat laporan kejadian tersebut dari Kapolresta Palembang dan Kapolresta Ogan Ilir. Dimana korban tewas diduga menjadi korban peluru nyasar oknum anggota Polsek Pemulutan yang sebelumnya petugas sedang melakukan penggerebekan untuk menangkap pelaku pembunuhan.

“Tapi ini baru dugaan salah tembak, sebab untuk membuktikanya perlu pembuktian penyelidikan. Untuk itulah dalam kasus tewasnya korban di kawasan 7 Ulu tersebut, saya telah turunkan Tim Propam dan Labfor untuk melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Dijelaskan Kapolda, sebelum korban di temukan tewas, memang sekitar pukul 04.30 WIB ada 14 anggota kepolisian dari Polsek Pemulutan Ogan Ilir yang dipimpin Kapolsek melakukan penyergapan di tempat permainan biliar yang ada di kawasan tersebut. Penggerebekan ini dilakukan untuk menangkap seorang pelaku pembunuhan yang menjadi buronan Polsek Pemulutan.

“Namun saat petugas menggerebek lokasi, sejumlah orang yang ada di tempat biliar tersebut berlari, bahkan ada yang mengacungkan pisau ke arah anggota hingga membuat anggota melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara. Setelah dilepaskan dua kali tembakan peringatan tersebut, ternyata terdengar lagi dua kali suara tembakan yang kini masih kami selidiki asalnya. Dikarenakan saat penyergapan tersebut sejumlah orang yang tadinya di lokasi berlari, sehingga tidak ada satupun yang diamankan. Selanjutnya petugas kepolisian kembali ke Pemulutan,” jelasnya.

Kemudian sekitar pukul 06.00 WIB lanjut Kapolda, warga sekitar dikagetkan dengan ditemukannya korban Ariansyah Saleh tewas tergeletak dengan luka tembak di bagian leher.

“Oleh karena itulah saya turunkan tim melakukan penyelidikan kasus ini. Apabila nanti terbukti terjadi salah tembak, seharusnya anggota yang melakukan penggerebekan membawa korban ke rumah sakit bukan ditinggalkan begitu saja di lokasi kejadian. Selain itu, karena ini menyangkut nyawa orang yang merupakan bukan tersangka maka saya pastikan menyelidiki kasus ini,” tegasnya.

Lebih jauh diungkapkannya, apabila dari hasil penyelidikan nantinya ditemukan bukti salah tembak yang dilakukan oleh oknum anggota Polsek Pemulutan, tentunya akan ada sanksi pidana maupun kode etik kepolisian yang akan diberikan kepada oknum tersebut.

“Kalau saat ini kami baru menemukan pelanggaran SOP, sebab anggota Polsek Pemulutan yang melakukan penyergapan di lokasi tidak berkooridnasi dengan Polresta Palembang. Karena sudah menjadi aturan jika melakukan penyergapan di daerah lainnya maka harus koordinasi dengan kepolisian setempat. Sementara untuk pembuktian peluru nyasar atau salah tembak masih kami dalami dengan penyelidikan,” pungkas Kapolda.

Sedangkan Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad mengungkapkan, sebelum ditemukan korban tewas dengan luka tembak di bagian leher memang di kawasan 7 Ulu saat itu sedang ada kegiataan penggerebekan yang dilakukan oleh Polsek Pemulutan Ogan Ilir.

“Tapi untuk dugaan peluru nyasar yang mengenai korban, itu masih kami dalami. Sebab, kami perlu melakukan pembuktian lebih dulu, namun yang jelas jika nanti kami mendapati bukti adanya pelanggaran yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polsek Pemulutan, tentunya akan kita peroses,” tandasnya. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Api Hanguskan Rumah Bedeng di Muara Dua

Prabumulih, KoranSN Rumah bedeng dua pintu di kawasan Jalan Thampomas Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih ...

error: Content is protected !!