Senin , September 24 2018
Home / Gema Sriwijaya / Warga Desa Kertayu Gelar Sedekah Bumi

Warga Desa Kertayu Gelar Sedekah Bumi

Plt Bupati Muba saat hadir acara prosesi adat. (foto-sumantri/koransn.com)

Sekayu, KoranSN

Masyarakat Desa Kertayu, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, komitmen melestarikan salah satu kebudayaan di Muba, yakni tradisi perayaan Sedekah Rami (Bumi), Rabu (11/4/2018).

Sedekah bumi ini merupakan bagian dari rasa bersyukur masyarakat setempat kepada yang maha kuasa atas rezeki yang telah di limpahkan pada masyarakat, dan berdoa untuk menjauhkan musibah, memohon kepada Allah.

Sejak pagi, terlihat rasa kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Desa Kertayu yang di sibukkan dengan berbagai persiapan sedekah rami. Tak ubah seperti hari raya, setiap rumah bersuka cita membakar lemang dan saling memberi.

Sebelum memasuki acara puncak yakni berebut lemang, masyarakat desa maupun wisatawan yang datang melakukan ziarah terlebih dahulu ke Makam Keramat Puyang Burung Jauh di Desa Kertayu.

Baca Juga :   Jarum Jatuh Pun Camat Lurah, dan Kades Harus Tahu

Setelah ziarah, sekitar pukul 14.00 WIB masyarakat berkumpul di rumah juru kunci makam Tarmizi untuk berebut lemang yang merupakan hasil dari buatan masyarakat Desa Kertayu sebagai simbol mengambil keberkahan.

Plt Bupati Muba Beni Hernedi yang ditemani sang istri turut hadir dalam prosesi adat tersebut mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Kertayu yang tetap mempertahankan tradisi yang sudah lama berjalan secara turun-temurun.

“Pemkab Muba menyambut kegiatan adat sedekah rami yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan melestarikan budaya khas Muba,” katanya.

Baca Juga :   Sabu-Sabu Senilai Rp 500 Juta Dimusnahkan

Dalam upaya membangun dan mempertahankan tradisi sedekah rami, Beni menjanjikan akan membangunkan gedung baru balai adat budaya Kertayu sehingga tempat pelaksanaan pembagian lemang lebih representatif.

sementara itu Tarmizi, tokoh masyarakat Desa kertayu mengatakan sedekah rame rutin dilaksanakan sebagai tradisi untuk menghindari balak dan sebagai rasa syukur (berkah) pasca panen.

“Sedekah bumi identik dengan lemang, makanan khas terbuat dari ketan yang dibakar menggunakan bambu. Ini tradisi kami turun temurun, sebagai bentuk ucapan syukur atas nikmat Allah terhadap hasil panen,” jelasnya. (tri)

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

1.945 Pedagang Direlokasi ke PTM 2

Prabumulih, KoranSN Sebanyak 1.945 pedagang yang biasa berjualan di Jalan M Yamin, Jalan Kelapa dan ...

error: Content is protected !!