Warga Diduga Dianiaya Orang Bersenjata

Warga yang diduga mendapatkan penganiayaan saat mengadu di wakil rakyat. (foto-sumantri/koransn.com)

Sekayu, KoranSN

Diduga dilantari jalan rusak berdebu akibat hilir mudiknya kendaraan truk perusahaan pengangkut batu bara yang melintas di Jalan Dusun VI Desa Sako Suban membuat warga meminta pihak perusahaan untuk menyirami jalanan tersebut.

Permintaan itu, supaya jalan tersebut tidak berdebu hingga tak menimbulkan penyakit kepada warga sekitar.

`Namun permintaan warga Dusun IV Desa Sako Suban Kecamatan Batang Hari Leko dengan menahan kendaraan perusahaan batu bara yang melintas menjadi petaka.

Pasalnya saat warga melakukan penyanderaan, tiba-tiba empat orang dari Humas perusahaan batubara yang ada dilokasi dan dua orang diduga bersenjata mendatangi warga.

Cerita tersebut dituturkan dua orang warga dihadapan para wakil rakyat di ruang ketua DPRD Muba, Abusari, kemarin.

Menurut Habibi, kedatangan mereka ke DPRD setempat guna mengadukan sikap dan menuntut keadilan atas dugaan penganiayaan terhadap ia dan warga lainnya.

Dijelaskannya, kejadian berawal saat ia dan masyarakat lainnya
meminta perusahaan untuk menyiram jalan yang berdebu akibat ratusan mobil truk pengangkut batubara salah satu perusahaan disana.

Baca Juga :   Tiga Tersangka Kasus Korupsi RTH Kota Bandung Segera Disidang

“Kami minta mereka menyiram jalan dengan air sehingga debu tidak terlalu banyak. Tapi perusahaan tak menggubris permintaan kami, Jadi, kami menahan kendaraan perusahaan yang lewat,” terangnya.

Namun, lanjutnya tak lama datang seseorang membentak ayahnya sambil melepaskan tembakan ke udara. Mendengar suara tembakan, wargapun keluar.

“Ayah kami langsung dipukul dan ditendang, kami dua beradik datang untuk membela tapi malah dipukul memakai senjata dan ditendang juga,” sesalnya.

Ketua DPRD Muba, Abusari mengatakan, pihaknya selaku wakil rakyat menerima informasi tersebut dan memutuskan untuk membawa persoalan ini ke forum resmi DPRD Muba, melalui rapat dengan institusi terkait.

“Minggu depan kita akan menjadwalkan rapat dengan mengundang semua yang terkait. Baik perusahaan, Kodim, Polres, SKPD terkait, termasuk juga KPAD karena menyangkut anak di bawah umur,” katanya.

Baca Juga :   Pulang dari Jambi, Buronan Pencuri Motor di Kemuning Dilumpuhkan Timah Panas

Ia meminta, keluarga mengumpulkan semua bukti dan saksi baik berupa foto atau keterangan lainnya dan berharap agar persoalan tersebut tidak berbuntut panjang dan pihak perusahaan segera menyelesaikan persoalan ini.

“Kita tidak ingin masalah ini berlarut-larut dan semoga dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa muncul masalah yang lain lagi,” harapnya.

Komisioner KPAD Muba, Sumadi menegaskan, pihaknya akan terbuka membantu korban dan keluarga.

“Anak di bawah umur menjadi tanggung jawab kita semua. Baik masyarakat maupun pemerintah. Untuk itu kita siap memberikan bantuan yang dibutuhkan,” imbuhnya. (tri)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Kadis Pemkab Indramayu Saksi Tersangka ARM

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/11/2020) memanggil dua kepala dinas (kadis) Pemerintah Kabupaten …