Warga Kelurahan Taba Jemekeh Protes Keberadaan Tower



Sejumlah warga RT 06 dan RT 07 Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau mendatangi lokasi berdirinya tower Telkomsel menyatakan protes. (foto-istimewa)

Lubuklinggau, KoranSN

Sejumlah warga RT 6 dan RT 7 Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau, mendatangi lokasi berdirinya tower milik salah satu operator telpon dipinggir Jalan Sejahtera atau samping Jalan Durian II RT 6 Kelurahan Taba Jemekeh tersebut.

Kehadiran warga yang sebagian kaum ibu-ibu itu, memprotes keberadaan tower  yang beberapa bulan terakhir ini telah banyak menimbulkan kerugian bagi warga sekitar.

Eri (41), salah seorang warga setempat mengungkapkan, keberadaan tower ini telah habis masa izinnya.

“Saya pernah menanyakan ke Dinas Perizinan, namun mendapatkan jawaban, tidak berani mengeluarkan izin karena tidak ada persetujuan lingkungan,“ ujar Eri,

Lanjut  Eri, keberadaan tower ini telah banyak merugikan keluarganya, karena pada bagian belakang tower itu, lahan milik orang tuanya dijadikan kolam ikan, namun sejak terjadinya tanahnya lonsor ditimpah pondasi tower menjadi rusak.

Baca Juga :   30 Orang di Lahat Meninggal Sepanjang Pandemi Covid-19, Saat Ini Kontak Erat 2541 Orang

“Kolam ikan orang tua saya, sudah tidak produktif lagi, banyak batu-batu menimbun kolam tersebut,“ jelasnya.

Warga lainnya, Dedek (30), juga mengeluhkan hal yang sama. Akibat adanya tower tersebut banyak alat elektroniknya mengalami kerusakan dan tidak ada konpensasinya.

“Ada sejumlah alat elektronik rusak seperti salon aktif, reserver dan bola lampu,“ terangnya.

Keberadaan tower ini juga sangat dikhawatirkan Ibu Zuriah (35), warga setempat lainnya.

Menurutnya, selain telah banyak merusak alat-alat elektronik warga, lebih khawatir lagi jika hujan deras yang disertai angin kencang.

Baca Juga :   Okupansi Nihil, Vila dan Penginapan di Pagaralam Tutup

“Kami disini, sport jantung jika hujan deras, apalagi dibarangi angina kencang,“ keluhnya.

Pantauan Suara Nusantara, tampak sejumlah warga mendatangi beberapa orang yang ada dikawasan tower itu, diduga sebagai petugas tower itu, menyatakan protes.

“Pokoknya kami minta hentikan dan pindahkan tower ini, jika tidak kami akan membuat perhitungan dengan cara lain,“ ujar salah seorang ibu sambil membawa ban bekas itu. (rif)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Permainan Edukatif Latih Kemampuan Berpikir Anak

Lahat, KoranSN TP PKK Lahat bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, mengelar keterampilan …