Home / Headline / Warga Kertapati Berhasil Selundupkan 14 Kg Sabu ke Tulung Selapan OKI

Warga Kertapati Berhasil Selundupkan 14 Kg Sabu ke Tulung Selapan OKI

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel meringkus Tomi Warsa yang merupakan kurir Narkoba, dari tangan tersangka diamankan 2 Kg Sabu. Tampak, Wakil Direktur Reserse Narkoba AKBP Amazona Pelamonia memegang barang bukti paket berisi sabu. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Tomi Warsa (33), warga Sungai Baung Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Palembang yang merupakan kurir Narkoba berhasil menyelundupkan sabu sebanyak 14 Kg dari Palembang ke Tulung Selapan Kabupaten OKI.

Terungkap hal tersebut saat tersangka dihadirkan dalam gelar ungkap kasus, Kamis (14/3/2019) di Mapolda Sumsel setelah sebelumnya Tomi ditangkap pihak kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel saat menyelundupakan sabu yang kedua kalinya ke OKI.

Tersangka Tomi ditangkap, Senin (11/3/2019) pukul 16.00 WIB di Jalan Raya Palembang-Kayuagung Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin ketika sedang mengendarai sepeda motor membawa Narkoba yang diselundupkannya. Dari penangkapan tersebut diamankan barang bukti paket sabu seberat 2 Kg.

Wakil Direktur (Wadir) Reserse Narkoba Polda Sumsel, AKBP Amazona Pelamonia mengatakan, tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap tersangka. Hasilnya, tersangka Tomi Warsa berhasil diringkus saat sedang membawa paket sabu dengan mengendarai sepeda motor seorang diri.

“Tersangka ini merupakan kurir Narkoba, saat ditangkap kami mengamankan barang bukti berupa paket berisi 2 Kg sabu, dimana sabu tersebut disimpan tersangka di dalam tas ranselnya. Bukan hanya itu dari keterangannya tersangka ini mengaku jika pada malam tahun baru yang lalu, tersangka berhasil menyelundupkan 14 Kg sabu dari Palembang ke Tulung Selapan OKI,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ratusan Umat Muslim Ikut Pawai Tauhid Keliling Kota Palembang (Berita Foto)

Masih dikatakan Amazona, sabu tersebut dibawa oleh tersangka dari Palembang. Dari itulah tersangka ini merupakan jaringan pengedar Narkoba Palembang-OKI.

“Kalau untuk asal sabu yakni dari China. Sebab 2 kg sabu tersebut berada dalam kemasan teh China yang kemudian dibungkus lakban. Jadi Palembang diduga hanya tempat transit yang selanjutnya sabu tersebut diambil tersangka lalu dibawa ke OKI,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya kini sudah mengetahui identitas pelaku yang memberikan sabu tersebut kepada tersangka di Palembang serta pelaku yang akan menerima sabu di Tulung Selapan OKI.

“Tapi kami belum bisa sebutkan nama pelaku tersebut, karena kami masih pengembangan. Bahkan anggota masih berada di lapangan melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku tersebut,” jelasnya.

Lanjutnya, sedangkan untuk tersangka Tomi Warsa beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolda Sumsel untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Dalam kasus ini tersangka Tomi Warsa dijerat Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana kurungan penjara 20 tahun atau pidana seumur hidup atau pidana mati,” tegasnya.

Baca Juga :   Pukul Istri dengan Gagang Sapu, Suami di Musirawas Ditangkap

Sementara tersangka Tomi Warsa kepada wartawan mengaku, jika dirinya tidak mengenal orang yang memerintahkannya membawa sabu tersebut dan juga tidak mengenal orang yang akan menerima sabu itu di Tulung Selapan OKI.

“Untuk 2 Kg sabu yang saya bawa ketika tertangkap, itu saya dapatkan dari seseorang yang memerintahkan saya, dimana saat itu kami janjian di pinggir Jalan Soekarno Hatta Palembang. Setelah menerima sabu tersebut lalu saya diperintahkan pergi menuju Tulung Selapan OKI dengan mengendarai sepeda motor. Rencananya, saat tiba di OKI nanti ada yang menelphone. Namun saat di perjalanan saya tertangkap polisi,” ungkapnya.

Diakuinya, jika sebelum tertangkap dirinya pernah berhasil menyelundupkan 14 Kg sabu dari Palembang ke OKI. Hal tersebut dilakukannya saat malam pergantian tahun baru 2018 ke 2019.

“Saya mau karena mendapatkan upah, dimana untuk upah yang saya terima ketika berhasil membawa 14 Kg sabu ke OKI yakni senilai Rp 40 juta. Uang upah ini saya terima di pinggir jalan dari orang yang juga tidak saya kenal setelah paket sabu sampai. Sedangkan untuk upah membawa 2 Kg sabu yang membuat saya tertangkap, saya dijanjikan Rp 5 juta. Kalau uang ini belum saya terima sebab saya tertangkap saat di perjalanan mengantarkan sabu itu ke Tulung Selapan OKI,” pungkas tersangka. (ded)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kapolda Sumsel Janji Sikat Toke Kayu Ilegal

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (19/3/2019) berjanji menyikat (menindak tegas) toke ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.