Senin , Februari 18 2019
Home / Advetorial / Warga Lahat Punya Potensi Menciptakan Wisata Mandiri Bernilai Ekonomi

Warga Lahat Punya Potensi Menciptakan Wisata Mandiri Bernilai Ekonomi

Masyarakat Lahat melakukan inovasi mengembangkan berbagai objek wisata, sehingga kini banyak lokasi wisata di Bumi Seganti Setunguuan yang dikunjungi wisatawan untuk santai dan berfoto selfie. (foto-foto/robby/koransn/net/ist/mario andramartik)

POTENSI wisata di Kabupaten Lahat sangat banyak. Bumi Seganti Setunguuan dianugerahi alam yang indah dan potensi sumber daya alam, yang menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung. Di Lahat kita dapat mengunjungi banyak air terjun, peninggalan batu megalith, dan potensi wisata lainnya.
Masyarakat Lahat yang sadar dengan potensi ini, terus melakukan inovasi untuk mengembangkan berbagai objek wisata. Belum lama ini ada wisata baru di Kota Lahat. Tidak sedikit warga berkunjung kesana untuk sekedar santai atau mencari Spot Selfie (tempat foto kekinian). Namanya TMC (Taman Mang Can).

Wisata TMC ini berlokasi di kawasan Benteng berseberangan dengan Plaza Lematang. Hal yang menarik dari tempat wisata ini, letaknya persis di pinggir Sungai Lematang. Jadi pengunjung bisa memanjakan mata melihat aliran Sungai Lematang sembari duduk santai di tempat yang sudah disediakan oleh pengelola.

Hasil perjalanan KoranSN ke lokasi wisata TMC, disananampak tersedia wahana untuk anak-anak bermain. Selain itu, kebersihan seputar lokasi wisata sangat diperhatikan oleh pengelola.

Yanto salah warga Kota Lahat menuturkan, dirinya sering berkunjung ke wisata TMC tersebut bersama keluarga. Menurutnya, lokasi TMC tempat yang murah meriah bagi keluarga untuk berwisata.

“Untuk wisata keluarga enak disini Pak! Murah meriah, parkir disini juga tidak ditarifkan. Jadi, kita bayar sukarela saja. Memang untuk masuk kita harus bayar Rp 5.000 ( lima ribu rupiah),” kata Yanto saat ditemui di lokasi TMC Sabtu siang (9/2/2019) bersama keluarganya.

Baca Juga :   Ratusan Pegawai Pemkab Muara Enim di Tes Urine

Begitu juga menurut Ida, warga Lahat. Menurutnya TMC merupakan alternatif wisata keluarga di Kota Lahat.

“Lokasinya dekat masih di tengah kota, yang jualan makanan juga banyak. Jadi nggak susah kalau anak-anak mau jajan,” kata ibu dua anak ini.

Selanjutnya kami mencoba menemui pengelola tempat wisata TMC. Adalah Wahyudi (35). Pria kreatif ini merupakan pengelola semua kawasan wisata TMC.

Dia menjelaskan, kawasan wisata tersebut di bawah pengawasannya. Sampai saat ini semua ide serta financial wisata tersebut dia yang mengembangkan.

“Kami mandiri mengembangkan wisata TMC ini. Tidak ada campur tangan pemerintah ataupun bantuan dari pemerintah. Semua merupakan ide kreatif dari kami,” katanya.

Dia melanjutkan, biasanya di akhir pekan banyak warga datang ke sini. Biasanya mereka datang bersama keluarga dan mengajak anak-anak mereka bermain di wahana atau di pinggiran sungai.

“Bahkan ada juga yang datang dari luar kota. Seperti dari Tanjung Enim, Muara Enim atau Pagar Alam. Saya berharap dengan adanya tempat seperti ini bisa merangsang pemerintah untuk membuat wisata lebih banyak lagi di Kota Lahat,” harapnya.

Lokasi wisata lainnya yang dikembangkan masyarakat setempat adalah kawasan wisata Pelancu di Kecamatan Merapi Barat. Kreatifitas pemuda karang taruna Desa Ulak Pandan Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat bekerjasama dengan pemerintah desa setempat berhasil membuat aliran Sungai Lematang di sana menjadi objek wisata baru.

Ada banyak wahana disana. Nama Pelancu sendiri diambil dari bahasa lama yaitu nama Desa Ulak Pandan sebelum terbentuk. Wisata Pelancu memang identik dengan wahana fotonya. Tapi, saat ini ada banyak wahana permainan seperti flying fox yang juga digemari. Flying fox di Desa Pelancu dipasang melintasi Sungai Lematang.

Baca Juga :   KARS Pusat Verifikasi RSUD Rupit

“Kita bisa seluncuran menggunakan tali sling baja (flying fox) menelusuri Sungai Lematang. Peralatan yang kami gunakan juga sudah SNI dan memang aman dan nyaman,” kata penjaga wahana flying fox di Pelancu.

Tidak sedikit wisatawan berkunjung ke Pelancu, bahkan ada yang datang dari mancanegara. Artinya, masyarakat tetap mampu mengelola wisata meskipun tidak disokong penuh oleh Pemerintah.

“Kami menggunakan potensi yang ada di desa, tidak hanya wahana foto saja, kami juga menggalakan giat ekonomi pada Desa Ulak Pandan seperti jualan kerajinan dan jualan makanan ringan. Tentu itu menjadi ekonomi kerakyatan. semua ini hasil buah pikiran dan kreatifitas kami yang ada di desa,” kata Evan selaku penggiat wisata.

Lokasi wisata Pelancu memang penuh dengan daya pikat hipnotis yang kuat, karena lokasi wisata ini sangat indah. Apa lagi buat foto selfie. Disana ada pemandangan Bukit Jempol dengan aliran Sungai Lematang. Ditambah lagi dengan spot foto yang memang dibuat ciamik oleh para pemuda setempat.

“Spot foto untuk selfie ada yang menghadap ke sungai ada juga yang menghadap ke arah Bukit Jempol, bahkan spot foto dibuat keren dan keren dan hasilnya banyak yang berfoto di sana,” katanya.

Sebagai informasi, Wisata Pelancu ini mendapat penghargaan sebagai Wisata Kreatif Terpopuler se Indonesia dari Kementerian Wisata RI tahun 2018 yang lalu.

Jika dilihat lebih jauh mengenai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Warga kabupaten Lahat ternyata mempunyai kreatifitas yang tinggi untuk menciptakan wisata yang tentunya mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. (rob/adv)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

212 Pesilat Ramaikan Kejurda Banyuasin Bupati Cup

Pangkalan Balai, KoranSN Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III Kabupaten Banyuasin resmi dibuka. Kejuaraan yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.