Minggu , September 23 2018
Home / Gema Sriwijaya / Warga Muratara Kecewa, Disdik Tak Tepati Janji

Warga Muratara Kecewa, Disdik Tak Tepati Janji

Tampak SDN 2 Noman masih disegel. (Foto-Sunardi/KoranSN)

Muratara, KoranSN

Aksi penyegelan SDN 2 Desa Noman Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara oleh warga hingga saat ini terus berlanjut. Sejumlah wali murid, Jumat, (13/7/2018) kecewa lantaran Dinas Pendidikan (Disdik) Muratara tak tepati janji untuk turun ke lokasi.

Padahal, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muratara sebelumnya meminta agar permasalahan dugaan sengketa lahan di lokasi selesai sebelum tanggal 16 juli 2018.

Usin, warga Desa Noman Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara mengungkapkan, kekecewaannya kepada pihak Dinas Pendidikan Muratara dikarenakan pada saat rapat di DPRD, pihak Disdik akan turun ke lokasi untuk menyelesaikan permasalahan dugaan sengketa lahan SDN 2 Noman.

“Saya kecewa dengan Disdik karena janjinya pada saat rapat di DPRD kemarin, hari ini akan turun ke lokasi untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi nyatanya, setelah kita tunggu, kami mendapat informasi pihak Disdik Dinas Luar (DL), sedangkan DPR minta masalah ini harus tuntas sebelum tanggal 16 Juni 2018 ini, karena anak anak mau masuk sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :   Belum Terekam Kasus Kaki Gajah di Pagaralam

Ia berharap agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan karena dapat menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar pada anak anak.

Sementara PLT Kepala Dinas Pendidikan Muratara, Ratnawati melalui Kabid Dikdas, Abdul Kadir menuturkan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dari PLT Kepala Dinas untuk menuntaskan masalah di SDN 2 Noman.

“PLT sudah koordinasi dengan DPR, wali murid, dan wakil bupati. Masalah ini memang dari tahun kemarin sudah ditangani oleh Pemda Muratara, jadi sampai saat ini kami masih menunggu keputusan dari Pemda,” ucapnya.

Baca Juga :   Heboh Perambahan Hutan di Lahat, Dinas Kehutanan Gelar Rapat

Menanggapi kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Desa Noman yang diprediksi bakal terganggu lantaran masalah dugaan sengketa lahan dan aksi penyegelan belum dituntaskan. Abdul Kadir menjelaskan, aktivitas sekolah tidak akan terganggu lantaran pihaknya sudah melakukan persiapan sebelumnya.

“Kita sudah siapkan dua lokal baru yang nantinya untuk dialihkan ke kelas I dan II. Untuk yang lain tetap datang sekolah, walau tidak masuk kelas, sementara itu kita menunggu penuntasan masalah,” ucapnya.

Mengenai informasi lain maupun solusi menuntaskan permasalahan itu pihaknya enggan membeberkan lebih lanjut.

“Karena urusannya memang sudah ditangani Pemda, jadi itu bukan kapasitas saya untuk menjawab secara rinci. Masih ada yang lebih kompeten untuk menjawab itu, seperti PLT Kadisdik,” tutupnya. (snd)

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

1.945 Pedagang Direlokasi ke PTM 2

Prabumulih, KoranSN Sebanyak 1.945 pedagang yang biasa berjualan di Jalan M Yamin, Jalan Kelapa dan ...

error: Content is protected !!